Sekolahan SI Semarang

 Sinar Hindia, 23 Agustus 1921

SI Semarang sudah lama turut memperhatikan pelajaran rakyat. Dalam tahun 1916 ia sudah buka suara-suara supaya pelajaran rakyat Hindia jangan diatur secara standenschool. Buat kongres 1917 sudah dimajukan voorstel supaya semua rakyat boleh masuk di HIS, jangan dipilih menurut pangkat dan asal seperti sekarang ini. Dalam salah satu kongres P.G.H.B utusan SI Semarang sudah pernah menerangkan bagaimana baiknya aturan onderwijs itu dirubah untuk meratakan pelajaran rakyat, jangan menurut keperluan pangkat dan asal.

Tetapi, SI Semarang tahu bahwa semua keperluan rakyat pertama-tama harus diperhatikan oleh rakyat sendiri dan dengan kekuatan rakyat sendiri. Suara-suara saja tidak akan bias member buah yang baik. Daya upaya, buka baju, gerakan tangan dan badan sendiri itulah yang harus rakyat perbuat guna menuntut keperluannya.

Mengingat hak ini maka SI Semarang lalu mengadakan sekolahannya sendiri juga.

Sekolah SI ini ada maju, sekarang dibuka buat anaknya semua orang diberi pelajaran dan didikan seruntut dengan keperluan rakyat, diberi pelajaran bahasa Belanda, suatu bahasa yang sekarang jadi kuncinya gudang ilmu barat untuk mengambil dari gudang itu, ilmu-ilmu yang berfaedah, supaya dapat dipilih mana yang baik bagi rakyat.  Salah satu kebaikan bangsa barat yaitu Rasa Merdika yang mereka kandung dalam hati sanubarinya, masuk ke dalam tulang sumsumnya. Dalam pengajaran sekolahan ditinggi-tinggikan orang-orang yang yang jadi pusatnya Rasa Merdika itu.

Kebaikan Rasa Merdika ini sekarang rakyat Hindia mau tiru juga, SI Semarang sebagai bagian rakyat Hindia, juga berikhtiar begitu. Ia mendirikan sekolahan di atas dengan maksud memelihara dan memajukan Rasa Merdika itu dalam maklumat tanggal 1 Syawal barusan SI Semarang tulis: Pelajaran di sekolahan ini akan diatur lebih baik dari sekolahan HIS sebab murid-murid sekolahan SI akan dapat Benih Kemerdekaan.

Gurunya saudara Malaka, seorang guru dari Kweekschool  negeri Belanda yang tahu pratiknya benih merdeka di sana, akan diusahakan mengenai hal ini di sekolahan tersebut. Tetapi  untuk memperbaiki tempat sekolahan SI yang sudah berdiri ini dan memenuhi pada semua fatsal-fatsal pelajarannya, SI Semarang pandang perlu mencari modal yang cukup. Karena itu persis sebagai adat biasa dimana-mana tempat di Hindia yang mau bikin sekolahan sendiripun juga SI Semarang di dalam permulaan bulan Oktober dimuka mau bikin pasar derma guna mencari modalnya sekolahan tadi.

Permintaan ijin buat pasar derma ini oleh SI pada tanggal 31 Juli di jalankan pada tuan Assistant Resident Semarang. Tetapi apa yang tidak kita kira-kirakan sudah terjadi. Maksud menambah pelajaran rakyat yang katanya juga diikhtiarkan keras oleh pemerintah, kita orang bantu, tetapi tanggal 13 Agustus 1921 tuan Assistant Resident Semarang sudah menjadikan putusan “tidak memberikan ijin membuka pasar derma itu”.

Tanggal 20 bulan ini, saudara Boedisotjitro dan Kadarisman menanyakan sebabnya pada tuan Assistant Resident Semarang dan mendapat jawaban bahwa penolakan ini berdasarkan pada circulairenya SI tentang sekolahan ini dimana diterangkan: MURID-MURID SEKOLAHAN SI AKAN DAPAT BENIH KEMERDEKAAN.

Ditolak sebab ada didikan rasa merdeka!

Rasa merdeka juga dipegang begitu tinggi oleh guru-guru kita orang-orang Belanda. Rasa merdeka yang sepanjang pengetahuan kita tidak melanggar wet negeri.

Rakyat Hindia! Kamu yang minta kemerdekaan juga, maupun dengan zelfbestuur atau dengan onafhankelikheid atau lain macam lagi, tetapi yang meskipun bagaimana juga ingin merdeka itu, karena mau meniru guru kita, bangsa Belanda, sekarang bagianmu, SI Semarang akan memelihara rasa ini diantara anak-anak rakyat, sekarang kamu tahu, bahwa kita harus sungguh-sungguh hati ikhtiarkan hal ini. Rasa Merdeka minta supaya kita tidak bergantung saja. Tidak boleh bikin pasar derma, baiklah kita tidak gantungkan rasa merdeka kita pada pasar. Jalan lain-lain masih ada.

Murid-murid sendiri sebentar hari lagi menurut putusan leden vergadering SI tanggal 21 barusan akan mencari sendiri modal bagi sekolahannya. Rakyat di Semarang! Bantulah murid itu dengan member derma masukkan uang sekedarnya dalam bus-bus mereka yang akan dikelilingkan ke kampong-kampung dengan nyanyian DE INTERNATIONALE.

Sekolahan kita terus kita dirikan dengan teguh!!

Rakyat di luar Semarang!

Meskipun perkara ini lahirnya hanya perkara Semarang, tetapi sejatinya ialah menjadi perkara rakyat seantero Hindia, sebab Rasa Merdeka dikehendaki oleh rakyat seantero Hindia. Benih yang terang tentang rasa rakyat akan dipelihara dalam sekolahan kita. Bantulah sekolah kita ini. Beramal-amalah kita kirim uang derma dengan poswesel atau lain jalan pada:

Sekolahan S.I. Semarang p/a Semaoen, Soeboeran Semarang”.

Sekolahan kita harus kita pelihara sampai jadi betul.

Siapa suka boleh menyekolahkan anaknya ke sekolahan kita. Kalo tidak menyekolahkan, melihat pentingnya sekolahan kita, wajib kita kuatkan sekolah kita itu juga dengan beramai-ramai kirim uang derma pada alamat di atas ini.

Ayo, ayo bantulah sekolahan kita Rakyat Hindia, jangan diam dan tidur saja!!!

-oooooooo-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s