Haluan Saya

oleh: Tjipto Mangoenkoesoemo

Sinar Djawa, 27 Juli 1917

Dalam De Indier yang terbit pada hari Sabtu tanggal 30 Juni, Tuan Tjipto Mangoenkoesoemo ada tulis tersalin oleh Mojopahiet seperti berikut:

Suratnya Procurer Generaal telah menyebabkan saya memikirkan bermacam-macam ini, misalnya hal kekurangan keadilan, yang mana kita di Hindia ini selalu ada menjadi kurban dan memikirkan pikiran-pikiran orang tentangan diri saya yang tidak beralasan dengan kebenaran sedikit juga. Hal ini boleh mendatangkan persangkaan yang salah atas diri saya, hal mana sekarang juga di kemudian harinya boleh menerbitkan berbagai-bagai bantahan. Hoofdbestuur dari vereeniging Insulinde telah menerangkan dengan panjang lebar dan dengan seterang-terangnya, bahwa Procureur Generaal ada mempunyai pikiran yang salah tentangan vereeniging Insulinde dan tentangan hak-haknya yang telah diaku sah oleh pemerintah tinggi di Hindia Nederland. Saja tidak dapat mengubah dan menambah apa-apa yang telah diterangkan itu. Apa yang akan saya tulis di atas ini, ialah suatu keterangan, yang bahasa saya terpaksa mempertahankan diri saya dengan sekeras-kerasnya, apabila dan di mana saja orang berdaya upaya akan membusukkan atau memburukkan nama saya, sebagaimana telah terjadi dengan suratnya Procureur Generaal itu.

 Yang sangat menggerakkan hati saya, ialah yang P.G. ada kurang percaja atas kelurusan hati saja. Dalam suratnya, bukanlah dia ada tulis . . .

“jadi nyatalah ada sebab-sebab, yang Tjipto akan menyiarkan pikirannya yang mana dia tidak berani mengatakannya dengan terus terang.”

Perkataan-perkataan dalam kalimat ini akan menyakitkan hati saja. Orang-orang yang mengetahui hal keadaan diri saya betul-betul, acap kali telah memberi sesalan pada saya, yang saya tidak dapat menahan napsu saya buat mengutarakan pikiran saya, hal yang mana ada satu sifat yang jelek sekali, sedangkan dalam hal-hal yang lain tidak berlaku begitu. Lebih jauh mereka sesalkan saya, yang saya tidak akan dapat menyampaikan maksud saya dalam waktu yang masih seperti sekarang ini. Sekarang berbuktilah kata orang tua-tua: “bahwa dunia ini masih saja mau ditipu.”

Kebiasaannya tidak pernah membantahi sesalan itu, karena saya mengaku, yang saya tidak mempunyai tipu muslihatnya orang diplomaat, yang saya tidak dapat menjembunyikan apa-apa yang terasa dalam hati saya, bahwa sekalian susah payah saya itu tidak akan mendapatkan hatsil, melainkan akan mengikat leher saya sendiri.

Tetapi apakah maksud orang atas diri saya? Itulah sudah menjadi satu sifat bagi saya selamanya menyerang musuh saya dari luar. Tidak seorang juga di antara musuh-musuh saya yang akan mengatakan, bahwa saya telah pernah menyerang dari belakang. Hal yang serupa ini adalah satu pekerjaan yang hina sekali di mata saya. Ya sekali-kali ada juga berlaku angkuh biarlah saya mendapat kekalahan yang besar daripada mendapat kemenangan dengan jalan yang serupa itu.

Tuan Procureur Generaal boleh katakan, bahwa sekalian perkataan saya itu ada omong kosong belaka, yang tidak dapat diterangkan. Dan kalau benar P.G. berpikir begitu, maka terpaksalah saya menceritakan apa-apa yang telah terjadi atas diri saya. Sekaliannya itu adalah menjadi contoh-contoh, di mana nyata, bahwa sekalian hal yang tidak enak yang telah terjadi atas diri saya ada disebabkan oleh saya sendiri, yang mana dapat saja orongkan, kalau saja saja tahu akal-akalnya seorang diplomaat.

Saya masih ada di Bandung dan bekerja pada surat kabar De Expres waktu pekerjaannya Soewardi mulai bergerak. Saya tidak akan menceritakan, apa yang menyebabkan, maka tiba-tiba saya menyatakan luar dan keadaan diri saya pada sekalian orang di Hindia ini, tapi cukuplah kalau saja katakan, yang saya telah memaksa pemerintah membuka matanya kepada saya. Saya boleh dikatakan telah mengundang pemerintah buat menangkap saya, barangkali karena saya tidak mau, orang katakan, yang Soewardi ada lebih berhati revolutie dari saya. Tuan advocaat generaal Mr. Monsato yang sekarang ini, ada menjadi saksi dari apa yang sudah saya katakan itu, sungguh pun persaksiannya itu tidak baik buat diri saya. Orang mula-mula tidak mau bikin satu apa-apa atas diri saya, tapi saya yang telah mulai lebih dulu.

Bukti-bukti dari waktu belakangan dari itu, yaitu sesudahnya saya kembali dari negeri Belanda.

Orang telah menyiarkan kabar, bahwa saya telah memohon pada tuan Plyte, yaitu minister van kolonien, supaya dikirim pulang ke Hindia dan berjanji yang saya tidak akan mencampuri lagi pergerakan rakyat. Inilah dusta besar sekali; perjanjian yang serupa itu tidak pernah keluar dari mulut saja, karena . . . Karena dengan membuat perjanjian yang serupa itu sebab akan mengharapkan kebebasan diri saya sendiri. Orang telah memberi izin saya pulang ke Hindia karena prof. Winkler telah menerangkan, bahwa hal ini perlu bergantung dengan kesehatan tubuh saya dan saya telah mempergunakan keterangannya itu. Itulah, lain tiada. Saya tentu masih mempunyai hak buat mengatakan pikiran saya tentangan hal-hal keadaan yang adil dan
patut.

 Apakah saya ada mengasut-ngasut orang dengan jalan rahasia buat melawan pemerintah? O, tidak sekali-kali, itulah jawab saya seterang-terangnya dan sependek-pendeknya. Kalau saya ada mempunyai kesukaan dalam hal itu, tentu saya buat itu di luar orang banyak dan seboleh-boleh di hadapan orang pandai-pandai, sehingga mereka dapat menunjukkan  dan mengajari saya kalau ada apa-apa yang salah dalam perkataan-perkataan saya itu. Tetapi hal itu tidak akan saya buat dengan rahasia dan dengan diam-diam saja, sehingga saya boleh bersenangkan diri dan melagak seperti seorang yang gagah berani, karena saya terlepas dari segala cacian-cacian. Dalam openbare bergadering buat “Kiesvereeniging Buitenzorg” saya telah menerangkan dengan beberapa patah perkataan, apa yang saya kirakan tentangan maksudnya kita. Yaitu: Hindia terlepas dari kerajaan Belanda. Menurut pikiran saya, kalimat ini yang terjadi dari beberapa patah perkataan saja tidak guna diterangkan lebih jauh. Saya bersedia buat menantang siapa saja yang berani membantah, bahwa maksud dan tujuan kita, tidak boleh seperti itu. Saya katakan sekali lagi, siapa saja; jadi P.G., ada termasuk juga.

 Haluan ini saya belai di luar orang banyak, itu tatkala ada politie dalam zaal itu dan beberapa ambtenaar dari algemeen secretaris, yang mana menurut pikiran saya biar bagaimana sekalipun tidak sanggup mengatakan bengkok, kalau barang itu lurus.

 Perasaan saya hal ini ada berlawanan dengan apa yang P.G. telah pikirkan atas diri saya. Pada pikiran saya tidak berani mengeluarkan apa-apa pikiran tentang haluan saya, kalau sekiranya seorang Patih menghadiri vergadering itu. Bukankah tiap-tiap orang sudah mengetahui, bahwa pemerintah tidak begitu beruntung dalam hal ia memilih ambtenaar-ambtenaar-nya bangsa Bumiputra? Orang-orang yang berpikiran sedikit, lebih suka mencari sesuap nasinya di tempat yang lain daripada bekerja dengan Gouvernement. Apakah saya tidak dapat mengabui matanya seorang Patih kalau saya mau? Berapakah besar harapannya kepada ambtenaar-ambtenaar-nya dan berapa kecilnya dan berapa kecilnya tenaga saya di matanya!

 Jadi, nyatalah yang saya dapat mempermainkan itu bujangnya Ass. Res. Kalau saya suka, “Tidak begitu hormat, He!” Ya, memang tidak.

 P.G. boleh juga saya buat serupa itu, kalau dia berani mengira, yang saya tidak berani mengatakan dengan terus terang apa-apa yang saya pikirkan dalam hati, jikalau ada hadlir seorang ambtenaar Bumiputra dalam vergadering itu. Tidak, biarpun saya bukannya seorang yang gagah berani, tetapi sedikit keberanian masih ada juga saya mempunyai.

 Dalam segala permainan bukan keuntungan saja yang saya cari, tetapi lebih-lebih kelurusan hati waktu main. Buat saya masih belum terang, apakah itu Patih ada berhak buat menghadiri sekalian kita punya hulshoudelijke vergadering? Menurut pikiran saja, tidak; tetapi menurut pikirannya P.G. ada. Dan bergantung dengan hal ini, dalam mana saya ada berpikir, bahwa saya telah suruh Patih itu meninggalkan zaal itu. Dia tidak mau menurut itu vergadering, sebab orang tidak boleh melakukan satu paksaan atas diri saya.

Saja harus menunjukkan satu kesalahan dalam surat P.G. supaya tuan pembaca tahu betul, apa maksudnya.   P.G. ada berkata dengan maksud akan menunjukkan bahwa Tjipto dengan Insulinde tidak sama haluannya. Bahwa bestuur afdeeling Insulinde Betawi selalu membuat propaganda dengan tidak pernah melanggar wet, lebih jauh tidak pernah menaruh hati takut pada bestuursambtenaren, malahan ada kurang senang hati, karena bestuursambtenaren kurang memperhatikannya.

 Di sini P.G. telah mengatakan satu hal yang tidak benar. Saya tahu betul-betul, bahwa kring Tanjung Priok dari vereeniging Insulinde Afdeeling Betawi telah menolak beberapa orang politie yang akan menghadiri salah satu vergadering-nya. Kring Poncol Tanah Tinggi yang telah membuat huishoudlijke vergadering pada tanggal 17 Juni yang lalu telah dijaga oleh beberapa orang politie commisaris. Tetapi tuan ini ada berlaku cerdik, karena mereka tiada masuk ke dalam zaal, melainkan menjaga di tengah jalan; kalau di [. . .] juga, tentu dia akan diusir oleh bestuur, lebih-lebih oleh sekalian leden yang ada hadlir di situ.

 Buat penutup tulisan ini, saya katakan sekali lagi, apa kita orang punya haluan.

 Kita orang tidak ada mempunyai rahasia-rahasia, yang takut kita buka di depan orang banyak. Kita tidak takut pada siapa juga, karena kita bergerak dengan jalan keadilan. Kita tentang P.G. dengan sekalian politie-nya buat mengintip-ngintip kita punya perjalanan. Tetapi dengan perkataan ini tidak sekali-kali saya bermaksud, bahwa dia orang boleh bikin sesukanya saja atas kita orang. Kita akan tinggal tetap melawan politie-politie yang akan menghadliri kita punya hulshoudelijke vergadering, sebab . . . Dia tidak perlu ada di situ.

ooo0ooo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s