Pedagang Kaki Lima (PKL) Pada Masa Kolonial Belanda

Koleksi Sanapustaka Kraton Kasunanan Surakarta

 

 

Pedagang kaki lima (PKL) sebuah usaha perdagangan masyarakat yang telah ada dan berkembang sejak jaman kolonial Belanda. Ketika pemerintah kolonial menguasai industri-industri perkebunan maupun industri besar lainnya, pemerintah kolonial Belanda memberikan hak istimewa kepada masyarakat Tionghoa sebagai masyarakat timur jauh untuk menjadi pedagang perantara dari hasil industri kolonial Belanda.

Di sisi yang lain penduduk pribumi hanya dijadikan tenaga kerja (buruh) di industri-industri kolonial Belanda dan menjadi pedagang kaki lima (PKL) di jalan-jalan kota maupun di wilayah pedesaan. Barang dagangan yang dijual pun beragam dan biasanya hasil dari industri rumah tangga maupun hasil kebun dan makanan tradisional.

Asongan Tahun 1935

Koleksi Sanapustaka Kraton Kasunanan Surakarta

 

Beberapa foto masa kolonial Belanda menunjukan aktifitas pedagang kaki lima (PKL) yang melakukan perdagangan di tepi jalan pada tahun 1910 dan juga pemuda yang menjajakan dagangannya (Asongan) di sebuah kota di Jawa pada tahun 1935.

————–000000————-

Iklan

3 comments on “Pedagang Kaki Lima (PKL) Pada Masa Kolonial Belanda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s