Penjual Soto Masa Kolonial

 

Penjual Soto di Jawa Tahun 1870 (Koleksi: Sana Pustaka Kraton Kasunanan Surakarta)

Kadang-kadang setiap pagi, ketika mengantarkan istriku bekerja aku mampir di sebuah warung soto di daerah Sumber, Solo untuk sarapan pagi. Kenapa juga aku memilih warung soto, padahal warung makan lain cukup banyak. Alasannya cukup sederhana, karena warung soto tersebut unik bagiku. Masih sangat sederhana, dengan pikulan untuk menaruh kuah soto dan berbagai peralatannya. Kuah sotonya di taruh dalam sebuah kuali besar yang dipanaskan dengan tungku berbahan bakar arang. Rasa kuah soto ini menurutku berbeda dengan kuah soto yang dipanaskan di dalam panci logam dan ditaruh di atas kompor gas maupun kompor minyak.

Sambil makan aku teringat dengan beberapa kartu pos jaman kolonial dulu yang telah direpro koleksi Perpustakaan Sanapustaka Kraton Surakarta dan Koninklijk Instituut voor taal-, land- en volkenkunde (KITLV) dan model boneka penjual soto yang dipublikasikan oleh Tropen Museum Belanda. Model boneka penjual soto ini dibuat pada tahun 1919 oleh seseorang di daerah Jawa Timur. Model boneka penjual soto ini menggambarkan penjual soto dari daerah Jawa Timur yang dapat terlihat dari model pakaian yang digunakan oleh penjual soto tersebut. Penjual soto tersebut duduk di sebuah dingklik ditengah-tengah pikulan yang dibawanya dan sedang memotong daging ayam dan lontong. Di sebelah kanan ada kuali besar untuk menaruh kuah soto yang merupakan kuah kaldu baik kaldu ayam maupun daging lainnya. Sedangkan disebelah kiri terdapat mangkuk, sayuran serta kecap yang digantungkan dengan seutas tali. Perapian yang digunakan untuk memanaskan kuah kaldu masih menggunakan kayu bakar.

Model Boneka Penjual Soto di Daerah Jawa Timur Tahun 1919 (Koleksi: Tropen Museum Belanda TMnr_2197-4)

Soto sendiri merupakan makanan khas Indonesia dan tersebar diberbagai daerah dengan rasa, kandungan isi dan penyajian yang berbeda-beda tetapi memiliki kesamaan kuah, yaitu kuah kaldu baik ayam maupun daging. Di tengah maraknya makanan cepat saji yang masuk ke Indonesia, soto tetap menjadi kuliner favorit karena memiliki sejarah yang cukup panjang dalam khasanah budaya kuliner Indonesia.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s