Pedagang Minuman Pada Masa Kolonial

Penjual Minuman di Nederlands-Indië 1900 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Perdagangan telah menjadi aktifitas masyarakat yang cukup lama. Mulai dari barter barang sebagai cikal bakal perdagangan hingga akhirnya dengan adanya uang, suatu barang dinilai dengan uang tersebut. Perdagangan juga dijadikan tingkat kemakmuran sebuah wilayah, karena dengan perdagangan sebuah wilayah menjadi hidup dan berkembang sehingga mempengaruhi berbagai kehidupan sosial masyarakat lainnya. Perkembangan kota terlihat melalui ramainya pusat-pusat perdagangan ini. Perdagangan ini juga memiliki kuantitas yang berbeda, dari perdagangan besar hingga perdagangan kecil yang dilakukan oleh masyarakat dengan alat-alat sederhana.

Penjual Minuman Tjao di Jawa 1890 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Keberadaan pedagang-pedagang kecil ini, yang semakin hilang, membuat ingatan masa lalu kita mencoba membayangkan kembali dan membawa kita bernostalgia dengan masa lalu. Ada keunikan tersendiri yang dibawa oleh pedagang-pedagang kecil ini. Mulai dari barang dagangannya, alat pengangkut barangnya bahkan cara menjajakannya. Perdagangan kecil ini juga di pengaruhi oleh kondisi lingkungannya sehingga barang yang dijual pun merupakan hasil pengolahan rumah tangga.Yang menarik perhatian adalah bahwa masyarakat nusantara memiliki kuliner yang kaya maka perdagangan makanan secara berkeliling pada masa lalu menjadi aktifitas yang sering kita lihat. Pedagang minuman juga sering kita jumpai diberbagai tempat menjajakan berbagai aneka minuman yang yang kemungkinan sekarang sudah jarang kita temui.

Penjual Minuman Tebu di Nederlands-Indië 1915 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Pedagang-pedagang minuman ini biasa membawa barang daganganya dengan pikulannya yang terbuat dari bambu maupun kayu lainnya ataupun dengan gerobak dorong. Pedagang minuman yang sering terlihat di Jawa adalah pedagang minuman tjao yang terbuat dari campuran gula jawa (aren), sedikit jahe dengan serutan kelapa. Minuman ini biasanya dihidangkan hangat-hangat berfungsi untuk menghangatkan badan juga sebagai penambah energi. Minuman ini begitu digemari masyarakat pada masa dulu. Beberapa foto masa kolonial mengabadikan pedagang tjao dengan beberapa konsumen yang sedang menikmati minuman ini. Pedagang minuman lainnya adalah pedagang minuman kopi yang dijajakan dipinggir jalan dan pedagang minuman tebu yang kemungkinan menjadi minuman favorit masyarakat masa dulu karena rasanya yang manis.

Penjual Limun di Makassar 1915 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Selain minuman tradisional yang telah dikenal masyarakat, minuman yang merupakan konsumsi bangsa-bangsa Eropa juga dijajakan oleh masyarakat secara berkeliling. Pedagang Limun terlihat sedang melayani pembeli di Makasar pada tahun 1915 menggunakan gerobak yang didorong. Sedangkan minuman Es dijajakan juga dengan berkeliling di daerah Jawa. Pedagang-pedagang minuman ini tidak saja menjajakan minuman tradisional juga menjajakan minuman bangsa lain yang merupakan sesuatu yang baru di Nusantara.

—————————————-00000————————————

Iklan

One comment on “Pedagang Minuman Pada Masa Kolonial

  1. Ping-balik: IB:SC project background for transmediale 2011 [concept | research] | andreas siagian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s