Jaran Kepang Tak Seheboh Gangnam Style Tapi Lebih Magis

Penari Jaran Kepang (Kuda Lumping) di Jawa tahun 1910 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Penari Jaran Kepang (Kuda Lumping) di Jawa tahun 1910 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Beberapa waktu lalu dunia dihebohkan dengan tarian “gangnam style” dari Korea yang dibawakan oleh PSY. Tarian yang mengikuti gaya kuda ini dengan bantuan media massa mulai elektronik hingga cetak mampu mempengaruhi banyak lapisan masyarakat dunia untuk menyukai tarian ini. Banyak orang ramai membicarakan trend ini dari masyarakat kecil hingga selebriti, semua terhipnotis oleh tarian ini. Bahkan official video klip musik dan tarian ini telah dilihat sebanyak lebih dari 1 milyar orang, sesuatu yang fantastis.

Ironisnya ketika masyarakat Korea bersuka-cita dengan keberhasilan PSY dengan gangnam style-nya beberapa waktu lalu di bumi Indonesia yang kaya akan tarian tradisi menakjubkan dihebohkan dengan komentar Gubernur Jawa Tengah yang mengkritik budaya kita sendiri, tarian Jaran Kepang (Kuda Lumping) sebagai seni yang jelek. Padahal seni ini sudah berakar cukup lama sebagai kesenian tradisional yang melampaui berbagai jaman untuk bertahan.

Kuda Lumping (dikenal sebagai Jaran Kepang dalam bahasa Jawa) adalah tarian tradisional Jawa yang menggambarkan sekelompok pasukan berkuda. Penari “naik” kuda yang terbuat dari anyaman bambu dan dihiasi dengan cat warna-warni dan kain. Umumnya, tarian menggambarkan tentara menunggang kuda, tetapi jenis lain dari Kuda Lumping juga mencakup kesurupan dan trik sulap. Ketika “dibawakan” penari sedang melakukan tarian dalam kondisi kesurupan, dia bisa menampilkan kemampuan yang tidak biasa, seperti makan kaca dan resistensi terhadap efek cambuk atau panas bara. Meskipun tarian asli Jawa, Indonesia, tarian ini juga dilakukan oleh masyarakat Jawa di Suriname, Malaysia dan Singapura.

Asal usul Kuda Lumping tidak pasti. Dua hipotesis utama telah diusulkan. Yang pertama menunjukkan bahwa kuda lumping mungkin muncul dari perang Diponegoro melawan pasukan kolonial Belanda, sebagai pemeragaan ritual pertempuran. Yang kedua berpendapat bahwa hal itu didasarkan pada pasukan era Mataram melawan Belanda. Kuda Lumping dikenal dengan nama yang berbeda di daerah yang berbeda. Sementara Kuda Lumping adalah nama yang paling umum di Jawa Barat, di Jawa Tengah itu dikenal sebagai Jaran Kepang, di Bali, itu dikenal sebagai Sang Hyang Jaran.

Jaran Kepang (Kuda Lumping) digandrungi oleh masyarakat bukan melalui hingar bingar pengiklanan budaya oleh media-media. Jaran Kepang (Kuda Lumping) seni yang dibangun oleh masyarakat itu sendiri. Karena dibangun oleh masyarakat sendiri maka ia mampu bertahan hingga berabad-abad. Tarian ini lebih enak dinikmati selain unsur seninya juga ada unsur mistiknya, sebuah perpaduan seni dan keagamaan. Jadi saya yakin Gangnam Style tidak akan bertahan lama seperti Jaran Kepang, karena ia hanya produk budaya pop yang dihebohkan oleh media untuk mendongkrak rating…..
So, Cintailah Budaya Kita..karena Budaya kita sudah melampaui berbagai jaman dan selalu hidup.

———0000———–

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s