Penjual Sepatu Masa Kolonial Belanda

Penjual Sepatu atau Tukang Sol Sepatu di Jawa 1870 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Penjual Sepatu atau Tukang Sol Sepatu di Jawa 1870 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Melihat dan membaca buku Olivier Johannes (Pekerdja di Djawa Tempo Doeloe, Published 2013 by Galang Pustaka) mengenai pekerjaan masyarakat Hindia Belanda masa lampau yang terekam dalam kartu pos memang menarik dan apa yang dihadirkan merupakan pekerjaan-pekerjaan yang menggambarkan masyarakat kecil pada umumnya. Pedagang merupakan pekerjaan yang umum yang dilakukan oleh masyarakat, selain bertani dan penjual jasa. Tak dipungkiri lagi ketiga aktivitas tersebut merupakan aktivitas manusia sejak masa lampau dan terus berkembang sebagai mata pencaharian masyarakat dalam bidang ekonomi.

Berkembangnya masyarakat di Hindia Belanda menuju masyarakat modern pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 yang ditandai dengan masuknya berbagai pemikiran dan produk-produk modernitas telah mengubah wajah Hindia Belanda masa kolonial. Masyarakat mulai bergeser mengikuti perkembangan jaman melalui pemakaian produk-produk modern terutama kaum bangsawan. Mulai dari pendidikan, gaya hidup, gaya berpakaian dan salah satunya adalah pemakaian sepatu atau alas kaki. Sepatu dan alas kaki yang terbuat dari kulit merupakan barang mewah dan masih berupa produk tangan belum menjadi produk massal yang dibuat di pabrik seperti saat ini.

Pemakaian alas kaki merupakan kebiasaan yang diambil dari budaya luar oleh masyarakat, biasanya masyarakat bertelanjang kaki baik masyarakat umum maupun bangsawan. Kebiasaan memakai alas kaki baik sandal selop maupun sepatu memunculkan aktivitas jasa baru di masyarakat, yaitu jasa pembuatan sepatu atau tukang sepatu. Dalam foto koleksi KITLV ditampilkan bagaimana penjual sepatu sedang mengukur kaki seseorang yang akan membeli sepatu. Penjual sepatu ini merupakan penjual sepatu keliling atau kemungkinan juga ia merangkap sebagai tukang reparasi sepatu (biasanya disebut tukang sol sepatu). Tentunya pelanggan dari penjual atau tukang reparasi sepatu ini merupakan masyarakat Eropa dan bangsawan.

Kebiasaan mereparasi sepatu yang rusak oleh tukang reparasi sepatu (tukang sol sepatu) hingga kini masih ada. Biasanya mereka berkeliling kampung atau mangkal di pinggir jalan dengan sepasang kotak berisi alat-alat kerjanya yang terdiri dari benang, jarum dan juga alas sepatu. Pekerjaan masa lampau tidak selamanya hilang.

————–000—————-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s