Pembawa Payung Pada Masa Lampau di Jawa

Pembawa payung bangsawan di Jawa 1845 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Pembawa payung bangsawan di Jawa 1845 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Payung memiliki bentuk, corak dan ragam yang beraneka warna. Menunjukkan fungsinya sebagai penahan panas matahari dan air hujan pada masa kini. Tetapi tidak semua orang senang menggunakan alat ini pada saat matahari terik ataupun saat hujan. Mungkin saat hujan banyak orang yang sedia payung, tetapi bagi yang malas biasanya menggunakan jasa ojek payung untuk melindungi tubuh dari guyuran air hujan.

Abdi Dalem Pembawa payung bangsawan di Jawa 1867 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Abdi Dalem Pembawa payung bangsawan di Jawa 1867 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Payung pada masa lampau bukan semata penahan cuaca tetapi bentuk prestise yang menunjukkan dari kalangan mana ia berasal. Seberapa tinggi jabatan mereka dalam struktur pemerintahan masyarakat tradisional Jawa dan dapat dikatakan juga bahwa payung merupakan aksesoris dalam berbusana yang menunjukkan sebuah status sosial seseorang. Payung merupakan aksesoris kepriyayian dan kebangsawanan sehingga penggunaannya diatur. Kraton Kasunanan Surakarta pada masa Paku Buwana IV mengeluarkan larangan memakai payung dilingkungan kraton. Larangan tersebut berupa tidak bolehnya seseorang yang berpayung besar atau sejenisnya membuka payung di kraton. Kecuali keluarga raja yang bergelar pangeran boleh membuka payung di utara ringin kurung. Masyarakat lainnya hanya sampai pada galedhegan alun-alun.

Pembawa payung dan keris bangsawan di Jawa 1867 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Pembawa payung dan keris bangsawan di Jawa 1867 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Payung juga menempatkan seseorang dalam sebuah pekerjaan sebagai pembawa payung bagi tuannya. Biasanya pembawa payung bagi kalangan priyayi dan bangsawan ini seorang abdi dalem entah itu abdi dalem Suwita ataupun Magang. Mereka akan melindungi tuannya dari cuaca dengan payung yang terbuka di atas kepala tuannya. Ia juga akan menemani tuannya dalam pertemuan-pertemuan bangsawan dan priyayi dengan membawa payung tersebut. Karena payung tidak hanya pelindung tetapi pusaka yang keberadaannya sangat vital dalam berbagai gebyar upacara yang dilaksanakan oleh kraton, sehingga menjadi barang berharga yang di dalam kraton dianggap sebagai pusaka. Maka perawatannya harus secara khusus pula.

Para Bangsawan dan Priyayi dengan payung-payung kebesarannya di Jawa 1890 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Para Bangsawan dan Priyayi dengan payung-payung kebesarannya di Jawa 1890 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Keberadaan pembawa payung memang bagian pekerjaan abdi dalem dalam posisinya melakukan pengabdian di lingkungan budaya Jawa baik bagi bangsawan ataupun priyayi. Saat ini hanya dijumpai pada saat-saat upacara tradisional kerajaan saja pembawa payung dapat kita lihat, dalam kehidupan sehari-hari tentunya tidak akan terlihat sama sekali berbeda dengan masa dahulu yang selalu menjadi pengiring tuannya.

——-000——-

Iklan

3 comments on “Pembawa Payung Pada Masa Lampau di Jawa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s