Toilet Pada Masa Lampau

Wc di atas kolam di Jawa 1925 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Wc di atas kolam di Jawa 1925 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Masalah kesehatan memang berkaitan dengan kebersihan, maka banyak slogan-slogan yang mengkaitkan kebersihan dengan kesehatan. Mulai kesehatan pribadi hingga lingkungan, semua telah diatur dengan cermat agar individu menjadi sehat dan masyarakat menjadi kuat.

Wc di Pinggir kali di Nederlands-Indië 1925 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Wc di Pinggir kali di Nederlands-Indië 1925 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Berbicara masalah kebersihan dan kesehatan juga tidak dapat dilepaskan dengan berbagai budaya masyarakat yang melingkupinya. Masyarakat Eropa yang datang ke Indonesia pada masa kolonial jelas menganggap masyarakat kita sebagai masyarakat yang kotor baik secara pribadi maupun lingkungan. Maka budaya sanitasi Eropa mulai diterapkan kepada masyarakat Indonesia, salah satunya adalah buang air terutama buang air besar.

Jamban Primitif di  Semarang 1900 (Koleksi: Tropen Museum Nederland: TMnr_10010442)

Jamban Primitif di Semarang 1900 (Koleksi: Tropen Museum Nederland: TMnr_10010442)

Memang telah menjadi kebiasaan masyarakat kita membuang hajat di sungai yang mengalir, hal ini tentunya didasarkan pertimbangan praktis dan kemudahan untuk membersihkan diri juga setelah membuang hajat tersebut. Kebiasaan ini perlahan-lahan mulai dikikis walaupun tidak hilang hingga sekarang dengan memperkenalkan toilet yang bersifat privat dan lebih bersih. Masyarakat membangun toilet atau jamban tertutup dipinggir sungai, ada juga yang membangun di kolam ataupun empang ikan.

Wc Eropa di Ngawi, Jawa Timur 1940 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Wc Eropa di Ngawi, Jawa Timur 1940 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Dengan adanya toilet yang tertutup selain menunjukkan wilayah privat juga menunjukkan bahwa sungai tidak menjadi tempat yang kumuh dengan berbagai kotoran manusia yang berserakan tetapi diatur sehingga lebih nyaman untuk dilihat. Memang mau tidak mau masalah kesehatan individu dan kebersihan lingkungan kita mendapatkan banyak dari pertukaran budaya pada masa kolonial.

———–000————–

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s