Tukang Becak Di Surabaya Tahun 1950 Dalam Jepretan Lex De Herder

Becak berjejer parkir di sebuah pasar di Surabaya tahun 1950 (Koleksi: www.geheugenvannederland.nl)

Becak berjejer parkir di sebuah pasar di Surabaya tahun 1950 (Koleksi: http://www.geheugenvannederland.nl)

Masih asyik berkutat dengan kota Surabaya, kota yang menjadi salah satu kota utama sejak masa lampau hingga saat ini. Banyak momen yang menarik untuk dibahas walaupun dengan cara yang sederhana. Kota Pelabuhan, Metropolitan, Industri, Jasa, dan Perdagangan sehingga menarik banyak masyarakat untuk hidup dan tinggal di kota Surabaya. Surabaya seperti hal-nya kota besar lainnya menjanjikan sebuah kehidupan yang lebih baik dalam bidang ekonomi. Tetapi, kehidupan memang tidak berjalan sesuai rencana, maksud hati ingin membawa mobil tetapi nasib mengantarkan untuk mengayuh becak.

Becak menyusuri jalan di Surabaya 1950 (Koleksi: www.geheugenvannederland.nl)

Becak menyusuri jalan di Surabaya 1950 (Koleksi: http://www.geheugenvannederland.nl)

Becak di kota Surabaya memang marak sebagai kendaraan umum masyarakat yang terlihat di berbagai sudut kota. Dari pasar, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga berlalu lalang di bioskop-bioskop dan rumah-rumah makan. Dari Tunjungan sampai Kaliasin, para tukang becak ini mengayuh menyambung hidup ditengah cuaca panas kota Surabaya. Dengan topi capil yang terbuat dari daun siwalan dan juga topi ala koboi. Tetapi topi capil mulai ditinggalkan berganti dengan topi kulit ala koboi. Menurut analisa Mas Tri Mulyanto dari Komunitas Surabaya Tempo Dulu (STD) beralihnya pemakaian topi capil ke topi koboi karena topi capil sudah tidak ada yang buat dan masuknya film koboi Hollywood membuat topi koboi yang terbuat dari kulit ini disukai oleh para tukang becak untuk digunakan sebagai penahan terik matahari juga sebagai gaya serta dengan alasan lain yaitu murah dan enak di pakai.

Beristirahat setelah cukup jauh mengayuh (Koleksi: www.geheugenvannederland.nl)

Beristirahat setelah cukup jauh mengayuh (Koleksi: http://www.geheugenvannederland.nl)

Sementara, setelah cukup jauh mengayuh tukang becak biasanya beristirahat di warung-warung dipinggir jalan bergabung dengan beberapa pedagang, bercengkrama dan melepas lelah. Sementara di sisi lain pasar menjadi tempat mangkal favorit karena banyak masyarakat yang menggunakan jasa becak untuk mengangkut belanjaan mereka. Dengan tarif yang dapat dinegosiasikan, becak menjadi kendaraan tradisional yang banyak digunakan masyarakat masa lampau.

Becak melintas di pasar Blauran Surabaya 1950 (Koleksi: www.geheugenvannederland.nl)

Becak melintas di pasar Blauran Surabaya 1950 (Koleksi: http://www.geheugenvannederland.nl)

Walaupun masa kini becak masih beroperasi, tetapi keberadaan mereka semakin terpinggirkan bahkan dibeberapa kota sudah hilang, maka mungkin lagu “Naik Becak” akan menjadi lagu kenangan yang hanya bisa dibayangan tanpa bisa merasakan bagaimana menariknya naik becak berkeliling kota. Maka mari kita bernostalgia….:)

——000——

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s