“Matinya” Transportasi Massal di Kota Solo

Jokowi di Halte Bandara Adi Sumarmo

Jokowi di Halte Bandara Adi Sumarmo

Mungkin judul tulisan ini berlebihan, tapi memang itu yang terasa saat ini ditengah menggeliatnya kota Surakarta dengan berbagai sebutan dan slogan. Mulai kota pariwisata, Spirit of Java, Solo Berseri, Kota Bengawan, dan masih banyak lagi yang membuat masyarakatnya begitu bangga. Belum lagi ditambah dengan semakin gencarnya laju pembangunan berbagai infrastruktur kota yang membuat kota Solo semakin dinamis.

Saya masih teringat ketika pertama kali datang ke kota ini. Kota kecil, tetapi sangat hidup. Kota yang merupakan jalur mobilitas masyarakat Jawa dari barat ke timur, utara ke selatan dan sebaliknya membuat kota ini hidup dari pagi hingga malam dengan berbagai aktivitas masyarakatnya. Jalur transportasi sebagai urat nadi mobilitas masyarakat juga terbilang lengkap dengan berbagai moda transportasi massal yang beragam. Kota Solo memiliki transportasi mulai dari transportasi tradisional hingga transportasi modern. Becak, andong, delman, angkutan kota (angkot), angkutan pedesaan (angkudes), bus kota, bus antar kota dan kereta api. Semuanya mengisi hiruk pikuknya kota Solo ditengah kendaraan pribadi berupa mobil dan motor yang lebih favorit dan menunjukkan status sosial masyarakatnya. Baca lebih lanjut

Iklan