Air dan Mitologi

Pedati Terjebak banjir di Batavia 1925 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Pedati Terjebak banjir di Batavia 1925 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Banjir besar yang bersiklus lima tahunan kembali terjadi menerjang ibukota Jakarta. Melumpuhkan aktifitas masyarakat dan perekonomian. Menelan korban jiwa dan kerugian material yang besar bagi masyarakat. Berbagai cara, daya dan upaya untuk menanggulangi banjir besar ini, selalu menjadi kampanye politik calon Gubernur yang akan memimpin Ibukota, tetapi banjir selalu saja menerjang Jakarta tanpa ampun. Entah mengapa Jakarta menjadi langganan banjir dan sejak jaman kolonial hingga sekarang dengan berbagai teknologi, banjir tersebut belum juga teratasi.

Sejarah mungkin guru terbaik untuk melihat kembali peristiwa-peristiwa yang sama dan menjadikan peristiwa tersebut tidak terulang kembali di masa depan. Melihat peristiwa dengan arif dan bijaksana tentunya akan menghasilkan sebuah keputusan yang bijaksana pula, sambil kembali melihat kearifan lokal masyarakat masa lampau yang mampu bersinergi dengan alam untuk mencegah berbagai malapetaka datang. Baca lebih lanjut

Iklan

Banjir di Kota Solo Tahun 1915

Koleksi Sanapustaka Kraton Kasunanan Surakarta

Sejarah mencatat bahwa peradaban manusia banyak dibangun di daerah pinggiran sungai. Sungai memberikan kemudahan bagi pemenuhan kebutuhan manusia, tanah yang subur di bantaran sungai besar adalah tempat bercocok tanam yang baik bagi penduduk dan sungai juga dapat dijadikan sebagai jalur perdagangan. Hal itu dibenarkan dengan adanya teori, peradaban manusia lahir dan dimulai dari sungai. Mesir dengan Sungai Nil, India lahir dari Sungai Gangga dan Cina bersama Sungai Kuning. Sedangkan kerajaan-kerajaan Nusantara banyak berdiri di tepi Sungai, seperti Majapahit di tepi sungai Brantas. Baca lebih lanjut