Buku-Bukunya Sendiri, Pikiran-Pikiran Sendiri, Moraal Sendiri!!!

Kolonialisme dan Kapitalisme yang bersatu pada masa penjajahan Belanda tidak hanya sekedar mengeruk kekayaan alam Indonesia, tetapi juga mempengaruhi masyarakat melalui berbagai bacaan-bacaan yang melenakan dan menjauhkan masyarakat untuk megetahui akar dari ketertindasan mereka. Lembaga Balai Poestaka yang dibentuk oleh pemerintah kolonial Belanda menajadi corong dalam memproduksi berbagai macam bacaan pada masa pergerakan untuk mengkampanyekan bacaan ini semua. Untuk mengimbanginya maka para aktivis pergerakan, terutama Partai Komunis Indonesia (PKI) berinisiatif untuk menerbitkan berbagai bacaan yang memberikan pendidikan kepada masyarakat akan realita dan mengungkapkan akar dari ketertindasan mereka selama ini. Baca lebih lanjut

Iklan