Warung Hik atau Angkringan: Mengenang Masa Lampau

Dua sedang menikmati hidangan di warung Hik atau Angkringan di Jawa 1935 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Mari sejenak kita bernostalgia, menghadirkan kembali kenangan-kenangan akan masa-masa silam yang mungkin remeh tetapi memiliki sebuah keunikan. Bukankah keunikan itu sering dicari dan ingin dimiliki oleh banyak orang karena ia memang berbeda dari kebanyakan yang ada. Bukan sesuatu yang umum yang didasarkan pada selera-selera yang dibangun oleh industri makanan besar yang menginginkan sebuah keseragaman modernitas, tetapi sebuah selera yang memang telah berakar dari kebudayaan kuliner lokal. Baca lebih lanjut

Iklan

Juru Masak (Koki) Pribumi dan Rijsttafel Masa Kolonial

Juru Masak (Koki) di Jawa Tahun 1900 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Kuliner yang kita miliki memiliki berbagai ragam jenis dan sangat kaya itu jelas dan tidak bisa dipungkiri lagi. Penggunaan rempah-rempah untuk bumbu makanan membuat kuliner kita disejajarkan dengan kuliner Prancis yang sangat haute causine. Dalam pandangan Eropa bahwa syarat haute causine umumnya tidak dapat dipisahkan dari penggunaan bahan-bahan makanan yang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Selain itu, hidangan pribumi identik dan sarat penggunaan bahan rempah-rempah yang tentunya eksotis di mata mereka. Baca lebih lanjut