Dewa-Dewi dalam Sistem Pantheon Pada Masa Mataram Kuno (Bagian 1)

Siwa Mahadewa, Prambanan, Jawa Tengah 1920 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Kebudayaan tak pelak lagi juga menyangkut masalah kepercayaan terhadap sebuah kekuatan yang besar dan dipercayai oleh masyarakatnya. Kekuatan besar yang tak kasat mata dan menguasai alam semesta yang dimanifestasikan ke dalam beberapa bentuk ikon atau simbol-simbol.  Ikon ini dapat diartikan sebagai tokoh, gambar perwujudan, atau tanda yang diketahui secara umum dan mempunyai makna tertentu. Dalam budaya India, ikon ini digunakan untuk mempresentasikan wujud dewa dalam bentuk Arca. Fungsi Arca sendiri berkaitan dengan ritual keagamaan karena menjadi bagian dari ritual keagamaan itu sendiri. Arca merupakan objek pemujaan yang sebenarnya merupakan media bagi manusia untuk melakukan komunikasi dengan dewa yang dipuja. Terdapat kepercayaan bahwa dalam melakukan pemujaan, para pemuja diwjibkan melakukan kontak mata dengan mata dewa yang diarcakan. Oleh karena itu penglihatan mata arca (darshan) yang jatuh pada mata pemujanya menjadi salah satu syarat dalam pengarcaan dewa. Arca dapat digunakan juga sebagai alat bantu konsentrasi pada saat melakukan meditasi. Sejumlah arca menggambarkan praktek-praktek meditasi yang ditunjukan melalui mudra dan asana-nya. Baca lebih lanjut

Iklan