Buku-Bukunya Sendiri, Pikiran-Pikiran Sendiri, Moraal Sendiri!!!

Kolonialisme dan Kapitalisme yang bersatu pada masa penjajahan Belanda tidak hanya sekedar mengeruk kekayaan alam Indonesia, tetapi juga mempengaruhi masyarakat melalui berbagai bacaan-bacaan yang melenakan dan menjauhkan masyarakat untuk megetahui akar dari ketertindasan mereka. Lembaga Balai Poestaka yang dibentuk oleh pemerintah kolonial Belanda menajadi corong dalam memproduksi berbagai macam bacaan pada masa pergerakan untuk mengkampanyekan bacaan ini semua. Untuk mengimbanginya maka para aktivis pergerakan, terutama Partai Komunis Indonesia (PKI) berinisiatif untuk menerbitkan berbagai bacaan yang memberikan pendidikan kepada masyarakat akan realita dan mengungkapkan akar dari ketertindasan mereka selama ini. Baca lebih lanjut

Iklan

Sejarah Singkat Penderitaan Petani (Bagian 1)

 

Lukisan Kehidupan Petani di Jawa (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Beberapa hari lalu para petani merayakan Hari Tani Nasional (24 September) ditengah berbagai problem pertanian yang tak kunjung usai. Berbagai problem pertanian yang terlihat adalah semakin menyempitnya lahan pertanian yang diakibatkan oleh perluasan sektor industri dan perumahan, perampasan lahan-lahan pertanian oleh korporat-korporat untuk perluasan industri perkebunan dan yang paling miris adalah minimnya dukungan pemerintah untuk memperjuangkan kehidupan petani agar lebih sejahtera melalui berbagai kebijakan ekonomi pertaniannya. Peran pemerintah yang sentral dalam pembangunan pertanian rupanya bagaikan jauh api dari panggang, pemerintah terkesan membiarkan berbagai permasalahan petani ini begitu saja. Tuntutan para petani untuk mendapatkan lahan, pupuk gratis dan teknologi pertanian melalui subsidi pertanian tidak pernah ditanggapi serius oleh pemerintah, belum lagi semakin membanjirnya produk pertanian dari luar negeri yang semakin membuat petani merana. Apalagi masalah sengketa lahan yang akut dan entah kapan akan selesai untuk kemenangan petani. Maka jangan heran bila di negeri subur Indonesia ini banyak masyarakat yang enggan menjadi petani. Baca lebih lanjut