Sisi Kota Surabaya Tahun 1950 Melalui Jepretan Lensa Lex De Herder

Pasar Blauran Surabaya 1950 (Koleksi: www.geheugenvannederland.nl)

Pasar Blauran Surabaya 1950 (Koleksi: http://www.geheugenvannederland.nl)

Surabaya, 5 tahun setelah kemerdekaan, telah banyak berbenah. Tentunya kita akan berpikir bahwa sisa-sisa bombardir tentara Inggris (Sekutu) masih menghiasi jalanan kota ini tetapi kenyataannya tidak tampak sama sekali. Kota Surabaya terlihat eksotis melalui jepretan foto karya Lex De Herder. Awal tahun 1949, Lex de Herder dikirim ke Indonesia sebagai wajib militer. Ia ditempatkan di Surabaya (Jawa Timur) dari 15 Februari sampai dengan 15 Juli 1950. Selain fotographer, ia adalah seorang penyiar radio untuk pasukan Belanda di Radio Republik Indonesia Serikat dan mengajar fotografi untuk para prajurit. Dari Hasil jepretan lensanya Lex De Herder menyajikan sisi kota Surabaya yang begitu berbeda pasca perang. Objek yang dihasilkan banyak berkisah mengenai kehidupan pinggir kota Surabaya yang mungkin tidak terpikirkan oleh kita. Baca lebih lanjut

Iklan

MASYARAKAT DAN PERUBAHAN SOSIAL: SURAKARTA AWAL ABAD XX

Tengah Passar Besar-Solo 1895 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Pada awal abad XX tumbuh elit modern Indonesia yang gejala dan prosesnya juga tampak dalam konteks lokal Surakarta yang semula merupakan kota kerajaan di pedalaman yang diawasi pemerintah kolonial, mulai berubah wajah dan semangatnya. Perubahan ini disebabkan berbagai faktor yang mendorong berbagai kemajuan di tanah kerajaan berkaitan dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah kolonial Belanda, mulai dari status kerajaan hingga berbagai kebijakan ekonomi – politik kolonial. Baca lebih lanjut