Merdeka VS Harian Rakyat: Aksi Sepihak dan Landreform

Karikatur Harian Rakyat 3 Juli 1964, menggambarkan Surat Kabar Merdeka yang mendukung penghisapan terhadap kaum Tani

Keberpihakan PKI terhadap kebijaksanaan Politik Demokrasi Terpimpin ternyata sangat menguntungkan partai itu, karena dengan sikap tersebut PKI dapat berlindung di bawah kekuasaan Soekarno sebagai penguasa tunggal. Situasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh PKI untuk menjalankan strategi politiknya.

Strategi politik terbaru di bawah kepemimpinan D.N. Aidit adalah dengan membangun kekuatan aliansi buruh – tani dengan propaganda pembaharuan politik agraria. Untuk itulah PKI membuat slogan-slogan untuk mendukung perjuangan kaum tani.[1] Selain itu untuk memperkuat kaum tani, PKI membentuk organisasi bagi kaum tani (Barisan Tani Indonesia) atau yang lebih dikenal sebagai BTI sebagai tempat kaum tani melakukan aktivitas dan perjuangannya. Sedangkan PKI sendiri memainkan peran melalui parlemen dengan mengajukan usulan perubahan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) yakni Undang-Undang No 5 tahun 1960[2] dan Undang-Undang Pendapatan Bagi Hasil (UUPBH) yaitu Undang-Undang No. 2 tahun 1960 yang bersifat kolonialis dengan Undang-Undang Pokok Agraria baru yang bersifat mendukung kaum tani dan buruh tani. Baca lebih lanjut

Iklan