Budaya Mandi Dari Umum Menuju Private

Wanita sedang mandi di Jogjakarta 1890 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Wanita sedang mandi di Jogjakarta 1890 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Beberapa bulan ini matahari bersinar cukup terik membuat udara terasa panas menyengat, tidak seperti biasanya. Kata beberapa ahli ini dampak dari pemanasan global yang mempengaruhi lingkungan, sehingga cuaca menjadi ekstrem. Tetapi toh panas merupakan anugrah dari kehidupan kepulauan tropis yang tidak semua orang bisa menikmatinya. Sepanas apapun matahari tentunya dapat disegarkan dengan kebiasaan mandi yang telah menjadi budaya masyarakat kita sejak dahulu untuk menghilangkan cuaca panas di atas kepala. Kita dapat mandi di kolam renang, kamar mandi, sungai atau pemandian-pemandian umum tradisional lainnya yang biasanya adalah sumber-sumber mata air alami. Baca lebih lanjut

Mandi dan Mencuci Di Sungai Semakin Menghilang

Seseorang sedang mandi di sungai di Jawa Barat 1920 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Air yang melimpah di Nusantara adalah sumber kehidupan kita. Menurut sejarawan Anthony Reid, melimpahnya air merupakan salah satu ciri negeri tropis, khususnya Asia Tenggara tak terkecuali Indonesia. Semasa kuliah, saya suka diajak berburu ke pelosok-pelosok desa di wilayah Gunung Kidul oleh teman saya menggunakan mobil VW Safarinya. Ketika melewati “kedung” disebuah desa, saya melihat masyarakat melakukan aktifitas mandi dan mencuci pakaian di kedung tersebut, di lain waktu saya juga masih bisa melihat orang-orang di desa saya bahkan saya sendiri di Jogja melakukan aktifitas mandi, mencuci dan serta buang air besar di sungai yang mengalir di desa saya. Hal ini bisa dilakukan karena air yang mengalir masih bersih belum tercemar oleh limbah-limbah industri seperti sungai-sungai besar yang ada di kota-kota besar. Baca lebih lanjut