Penjual Daging Babi Keliling Di Jawa Masa Kolonial

Penjual Daging Babi di Jawa 1920 (Koleksi; www.kitlv.nl)

Penjual Daging Babi di Jawa 1920 (Koleksi; http://www.kitlv.nl)

Penjual daging babi keliling merupakan jenis pekerjaan yang ada pada masa kolonial Belanda di Jawa. Pekerjaan ini didominasi oleh Etnis China dan diperjualbelikan kepada masyarakat China dan Eropa. Masyarakat Jawa yang mayoritas Islam melarang anggota masayarakatnya yang muslim untuk mengkonsumsi daging ini karena dianggap haram. Penjual daging babi keliling ini membawa barang jualannya dengan dipikul menggunakan pikulan bambu yang disamping kanan dan kirinya terdapat keranjang dari bambu untuk menaruh daging babi. Peralatan lain yang dibawa adalah timbangan dan pisau untuk memotong daging babi tersebut.

Penjual Daging Babi di Jawa 1880 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Penjual Daging Babi di Jawa 1880 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Saat ini penjual daging babi keliling sudah langka karena peredaran daging ini sangat dibatasi dan biasanya terdapat di pasar-pasar tertentu. Saya yakin disetiap kota besar pada masa kolonial Belanda dulu terutama di wilayah pecinan banyak berlalu-lalang penjual babi keliling ini.

Penjual Daging Babi di Jawa 1867 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Penjual Daging Babi di Jawa 1867 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

———–0000————–

Iklan

MASYARAKAT DAN PERUBAHAN SOSIAL: SURAKARTA AWAL ABAD XX

Tengah Passar Besar-Solo 1895 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Pada awal abad XX tumbuh elit modern Indonesia yang gejala dan prosesnya juga tampak dalam konteks lokal Surakarta yang semula merupakan kota kerajaan di pedalaman yang diawasi pemerintah kolonial, mulai berubah wajah dan semangatnya. Perubahan ini disebabkan berbagai faktor yang mendorong berbagai kemajuan di tanah kerajaan berkaitan dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah kolonial Belanda, mulai dari status kerajaan hingga berbagai kebijakan ekonomi – politik kolonial. Baca lebih lanjut