Sekilas Sejarah Barongsai dan Wayang Potehi

Kesenian Liong dan Barongsai Masa Kolonial 1900 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Kesenian Liong dan Barongsai Masa Kolonial 1900 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Barongsai

Kesenian Liong dan Barongsai merupakan salah satu kesenian dari sekian banyak kesenian dalam masyarakat Tionghoa. Kesenian ini sudah cukup tua dan di Tiongkok berkembang pada masa pemerintahan Dinasti Utara Selatan tahun 420-589 M. Kesenian ini muncul bersamaan dengan mitologi dan cerita rakyat yang berkembang pada masyarakat Tiongkok. Dalam mitologi dan cerita rakyat Tiongkok ada beberapa versi mengenai munculnya Barongsai. Versi pertama sejarah munculnya Barongsai berawal dari kemunculan mahluk aneh yang sangat besar, yang dinamakan Nien artinya tahun. Disebut demikian karena kemunculan mahluk aneh itu setiap satu tahun sekali. Binatang tersebut biasanya muncul setiap musim semi atau saat musim panen untuk memangsa apa saja yang dilihatnya, sehingga membuat masyarakat ketakutan. Setelah binatang tersebut mendapatkan makanannya maka ia kembali ke hutan untuk tidur selama satu tahun. Hal ini berlanjut terus menerus dan membuat takut masyarakat ketika musim semi tiba. Baca lebih lanjut

Iklan

Air dan Mitologi

Pedati Terjebak banjir di Batavia 1925 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Pedati Terjebak banjir di Batavia 1925 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Banjir besar yang bersiklus lima tahunan kembali terjadi menerjang ibukota Jakarta. Melumpuhkan aktifitas masyarakat dan perekonomian. Menelan korban jiwa dan kerugian material yang besar bagi masyarakat. Berbagai cara, daya dan upaya untuk menanggulangi banjir besar ini, selalu menjadi kampanye politik calon Gubernur yang akan memimpin Ibukota, tetapi banjir selalu saja menerjang Jakarta tanpa ampun. Entah mengapa Jakarta menjadi langganan banjir dan sejak jaman kolonial hingga sekarang dengan berbagai teknologi, banjir tersebut belum juga teratasi.

Sejarah mungkin guru terbaik untuk melihat kembali peristiwa-peristiwa yang sama dan menjadikan peristiwa tersebut tidak terulang kembali di masa depan. Melihat peristiwa dengan arif dan bijaksana tentunya akan menghasilkan sebuah keputusan yang bijaksana pula, sambil kembali melihat kearifan lokal masyarakat masa lampau yang mampu bersinergi dengan alam untuk mencegah berbagai malapetaka datang. Baca lebih lanjut