Dewa-Dewi dalam Sistem Pantheon Pada Masa Mataram Kuno (Bagian 3-Habis)

Dyanibudha Amitabha di Candi Borobudur Magelang 1900 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Kehidupan masa lampau masyarakat Jawa pada masa Mataram Kuno merupakan sebuah kehidupan harmonis dimana kepercayaan yang berkembang hidup saling berdampingan. Agama Hindu yang berdampingan dengan Agama Budha mewujudkan karya-karya fenomenal dalam bidang arsitektur bangunan candi. Sebagai tempat pemujaan, candi memiliki informasi mengenai berbagai kehidupan masa lampu melalui relief-relief yang terukir di candi tersebut. Candi-candi yang dibangun juga menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap agama-agama tersebut dan kepercayaan terhadap dewa-dewa patron mereka. Seperti dalam agama Hindu, agama Budha juga memiliki tingkatan kedewataan atau sistem panteon yang digambarkan dan diwujudkan dalam berbagai bentuk arca. Akan tetapi untuk memahami panteon dalam agama budha harus memerlukan perhatian yang lebih karena terkait erat dengan sekte yang melatarinya. Baca lebih lanjut

Iklan

Dewa-Dewi dalam Sistem Pantheon Pada Masa Mataram Kuno (Bagian 2)

Candi Prambanan sebagai signifikansi penggambaran Pantheon Hindu (Koleksi: www. kitlv.nl)

pantheon berasal dari bahasa Latin pantheios yang artinya merujuk pada kuil untuk semua dewa. Akan tetapi pantheon dapat diartikan sebagai keseluruhan dewa-dewi itu sendiri yang banyak dipuja oleh masyarakat. Keseluruhan dewa-dewi yang dipuja oleh masyarakat ini dalam prakteknya tidak dipuja secara bersama-sama sekaligus melainkan masing-masing dewa-dewi dipuja sendiri sesuai dengan peran dan kesempatan yang berbeda.

Jawa pada masa Mataram kuno telah dipengaruhi dua sistem kepercayaan besar yaitu Hindu dan Budha. Persebaran bangunan pemujaan (candi) di berbagai wilayah Jawa cukup jelas menggambarkan pemujaan terhadap para dewa-dewi Hindu dan Budha ini. Setiap bangunan candi, menggambarkan dewa-dewi yang dipuja masyarakat berbeda-beda sesuai dengan kepercayaan mereka pada saat itu. Hal ini ditunjukkan melalui arca-arca dewa-dewi yang terdapat di bangunan candi tersebut. Dan juga menunjukkan hirarki para dewa-dewi ini dalam sistem kepercayaan tersebut. Baca lebih lanjut