Pedagang Ayam Keliling Masa Kolonial

Pedagang ayam keliling di Jawa 1867 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Pedagang ayam keliling di Jawa 1867 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Mengulas aktifitas masyarakat tempo dulu selalu menarik walaupun dengan sedikit keterbatasan dalam hal data sejarah. Tetapi memang seharusnya bahwa setiap individu, kelompok masyarakat memiliki sejarah sendiri dan layak untuk ditulis walaupun tidak mendetail. Atau dapatlah kita sebut sebagai serpihan, puzzle, potongan yang akan melengkapi bagaimana masa lalu bergerak dan digerakkan. Sejarah memang tidak seharusnya dikuasai oleh tokoh-tokoh besar tanpa memberi ruang bagi masyarakat kecil untuk ditulis. Mungkin mereka tidak terlalu berarti bagi perubahan besar sejarah manusia tetapi setidaknya mereka berarti bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya. Maka tidak heran bahwa keberadaan masyarakat yang beraktifitas secara individu sering terlewatkan. Padahal aktifitas tersebut hingga saat ini masih bisa kita lihat. Baca lebih lanjut

Iklan

Pemukiman Tionghoa di Surakarta Masa Kolonial

Pemukiman Tionghoa di Surakarta Tahun 1901 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Pemukiman masyarakat Tionghoa terletak di utara Sungai Pepe sekitar Pasar Besar ke timur di Ketandhan hingga Limalasan, ke utara sampai di Balong, ke sebelah utara menuju Warungpelem. Sedangkan pemukiman masyarakat Arab terletak di Pasar Kliwon dan Kedung Lumbu. Pemisahan ini menunjukan adanya sebuah politik segregasi yang diciptakan oleh pemerintah kolonial sebagai kontrol atas kekuasaan politiknya. Hingga saat ini pemukiman-pemukiman tersebut masih bertahan walaupun telah terjadi persebaran penduduk ke wilayah-wilayah lain di Surakarta. Sebagian besar etnik Tionghoa di Surakarta tinggal di kota, pada umumnya tempat tinggal mereka merupakan deretan rumah yang berhadap-hadapan di sepanjang jalan utama. Deretan rumah-rumah tersebut merupakan rumah-rumah petak di bawah satu atap dan tidak memiliki pekarangan. Bentuk rumah diperkampungan etnik Tionghoa juga dapat terlihat dengan jelas karena memiliki ciri-ciri yang khas yaitu pada ujung atapnya selalu lancip dan ada ukiran-ukiran yang berbentuk naga. Perumahan semacam ini nampak di daerah Pasar Legi, Pasar Gedhe dan daerah Secoyudan. Baca lebih lanjut