Pemukiman Tionghoa di Surakarta Masa Kolonial

Pemukiman Tionghoa di Surakarta Tahun 1901 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Pemukiman masyarakat Tionghoa terletak di utara Sungai Pepe sekitar Pasar Besar ke timur di Ketandhan hingga Limalasan, ke utara sampai di Balong, ke sebelah utara menuju Warungpelem. Sedangkan pemukiman masyarakat Arab terletak di Pasar Kliwon dan Kedung Lumbu. Pemisahan ini menunjukan adanya sebuah politik segregasi yang diciptakan oleh pemerintah kolonial sebagai kontrol atas kekuasaan politiknya. Hingga saat ini pemukiman-pemukiman tersebut masih bertahan walaupun telah terjadi persebaran penduduk ke wilayah-wilayah lain di Surakarta. Sebagian besar etnik Tionghoa di Surakarta tinggal di kota, pada umumnya tempat tinggal mereka merupakan deretan rumah yang berhadap-hadapan di sepanjang jalan utama. Deretan rumah-rumah tersebut merupakan rumah-rumah petak di bawah satu atap dan tidak memiliki pekarangan. Bentuk rumah diperkampungan etnik Tionghoa juga dapat terlihat dengan jelas karena memiliki ciri-ciri yang khas yaitu pada ujung atapnya selalu lancip dan ada ukiran-ukiran yang berbentuk naga. Perumahan semacam ini nampak di daerah Pasar Legi, Pasar Gedhe dan daerah Secoyudan. Baca lebih lanjut

Iklan