Lembaga Tripartit Mengadopsi Lembaga Prapat

Petani sedang menggarap perkebunan tebu di Jawa Timur tahun 1921 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Petani sedang menggarap perkebunan tebu di Jawa Timur tahun 1921 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Konflik antara buruh terutama petani dan pengusaha memang telah lama terjadi ketika kapital masuk ke Indonesia melalui Tanam Paksa (1830) berlanjut pada masa Ekonomi Liberal (1870) ketika industri perkebunan merangsek masuk mengambil tanah-tanah pertanian dan mengubah mereka menjadi buruh-buruh perkebunan.  Pemerintah kolonial Belanda demi mengeksploitasi tanah dan petani, melakukan berbagai perubahan dalam hal administrasi dan pertanian yaitu mengubah sistem maron menjadi sistem glebagan di perkebunan indigo, gula dan tembakau. Baca lebih lanjut

Iklan

Sejarah Singkat Penderitaan Petani (Bagian 1)

 

Lukisan Kehidupan Petani di Jawa (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Beberapa hari lalu para petani merayakan Hari Tani Nasional (24 September) ditengah berbagai problem pertanian yang tak kunjung usai. Berbagai problem pertanian yang terlihat adalah semakin menyempitnya lahan pertanian yang diakibatkan oleh perluasan sektor industri dan perumahan, perampasan lahan-lahan pertanian oleh korporat-korporat untuk perluasan industri perkebunan dan yang paling miris adalah minimnya dukungan pemerintah untuk memperjuangkan kehidupan petani agar lebih sejahtera melalui berbagai kebijakan ekonomi pertaniannya. Peran pemerintah yang sentral dalam pembangunan pertanian rupanya bagaikan jauh api dari panggang, pemerintah terkesan membiarkan berbagai permasalahan petani ini begitu saja. Tuntutan para petani untuk mendapatkan lahan, pupuk gratis dan teknologi pertanian melalui subsidi pertanian tidak pernah ditanggapi serius oleh pemerintah, belum lagi semakin membanjirnya produk pertanian dari luar negeri yang semakin membuat petani merana. Apalagi masalah sengketa lahan yang akut dan entah kapan akan selesai untuk kemenangan petani. Maka jangan heran bila di negeri subur Indonesia ini banyak masyarakat yang enggan menjadi petani. Baca lebih lanjut