Perkembangan Buruh dan Organisasi Buruh Awal Abad 20

Buruh Wanita di Pabrik Kapuk 1900 (Koleksi: Tropen Museum TMnr_60020393)

Tulisan ini adalah Cuplikan tulisan dari buku Gerakan Serikat Buruh Jaman Kolonial Hingga Orde Baru karangan Edy Cahyono dan Soegiri DS Terbitan Hasta Mitra yang berbentuk e-book. Dengan cuplikan ini kita dapat melihat bagaimana perkembangan transformasi petani menjadi buruh dan penderitaan buruh dibawah kekuasaan modal yang mulai masuk ke Hindia Belanda bagai banjir dengan perkebunan-perkebunannya hingga munculnya organisasi buruh yang mencoba untuk memperjuangkan kaum buruh yang tertindas pada masa kolonial Belanda. Baca lebih lanjut

Iklan

Disiplin Partai, Kritik Darsono dan Perpecahan Sarekat Islam (Bagian 2)

Tan Malaka dan Darsono

Perpecahan di tubuh CSI telah di depan mata dengan adanya disiplin partai dan kritik yang dilontarkan oleh Darsono kepada pengurus CSI. Kritik yang tajam dilontarkan Darsono kepada Tjokroaminoto sebagai pimpinan CSI. Kritik yang dimuat di Sinar Hindia, pada tanggal 9 Oktober 1920 ini, Darsono mempermasalahkan mengenai mobil yang dimiliki oleh CSI yang dibeli dengan harga f. 2800,- tidak melalui persetujuan lid bestuur CSI. Antara tahun 1919-1920, CSI kekurangan uang dan mobil milik CSI digadaikan kepada Tjokroaminoto seharga f. 2000,-. Perjanjian dalam gadai mobil ini adalah jika dalam waktu delapan bulan mobil tidak diambil oleh CSI maka mobil tersebut menjadi milik Tjokroaminoto. Darsono mempertanyakan bagaimana bisa CSI kekurangan uang sedangkan Tjokroaminoto bisa meminjamkan uang begitu besar kepada CSI. Pada tanggal 5 September 1920 mobil tersebut telah ditawar oleh seseorang seharga f. 3500,- dan Darsono telah mengusulkan untuk menjual mobil tersebut dan hasil penjualan tersebut digunakan untuk membayar hutang kepada Tjokroaminoto dan sisanya digunakan untuk membiayai penyewaan kantor CSI agar koordinasi antar pengurus CSI bisa dilakukan lebih intensif di kantor tersebut. Tetapi usulan ini ditolak, sehingga mobil tetap milik Tjokroaminoto. Baca lebih lanjut