“Dunia Gemerlap” Masyarakat Jawa

Penari Tayub di Jawa 1910 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Penari Tayub di Jawa 1910 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Baliho iklan besar terpampang di perempatan Manahan, Solo, mengiklankan sebuah pertunjukkan musik dengan DJ terkenal bagi clubber-clubber yang suka bergoyang hingga larut malam. Ya, sebuah kehidupan malam yang ekslusif dalam sebuah kebudayaan kota metropolitan dibalut dengan bahasa modern, “clubber”. Baca lebih lanjut

Iklan

Pertunjukan Seni Keliling Yang Semakin Langka

Rombongan Tajoeb di sebuah desa di Jawa (Koleksi: Sanapustaka Kraton Surakarta)

Memori masa kecil kadang-kadang datang melintas tanpa sebab memberi inspirasi, membawa kembali kenangan yang bila dicari kembali sulit untuk ditemui. Dahulu di desaku aku sering melihat sebuah pertunjukan orang menari diiringi gamelan, tidak begitu banyak anggota penari tersebut. Mereka beranggotakan 3 orang penari, dan 4-5 pemain musik gamelan, mereka sering berkeliling dari satu desa ke desa lainnya. Kata orangtua di desaku mereka adalah rombongan ledek. Rombongan tersebut berkeliling tidak setiap hari, hanya hari-hari tertentu saja menurut tanggalan Jawa ataupun ketika sebuah desa mengalami panen. Mereka memainkan musik dan menari di punden desa, terkadang ketika menari ibu-ibu yang menonton sambil menggendong anak-anak kecil meminta penari-penari tersebut untuk memberi doa (suwuk) kepada anak-anak mereka agar terhindar dari malapetaka. Tentunya dulu aku juga pernah mengalami hal ini di (suwuk). Baca lebih lanjut