Tentara KNIL di Hindia Belanda Dalam Goresan Kanvas

Perwira Infanteri dari KNIL dalam pakaian baru, Februari 1896 di Hindia Belanda (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Ketika berlangsung Perang Diponegoro, pada tahun 18261827 pemerintah Hindia Belanda membentuk satu pasukan khusus. Setelah Perang Diponegoro usai, pada 4 Desember 1830 Gubernur Jenderal van den Bosch mengeluarkan keputusan yang dinamakan “Algemeene Orders voor het Nederlandsch-Oost-Indische leger” di mana ditetapkan pembentukan suatu organisasi ketentaraan yang baru untuk Hindia-Belanda, yaitu Oost-Indische Leger (Tentara India Timur) dan pada tahun 1836, atas saran dari Raja Willem I, tentara ini mendapat predikat “Koninklijk“.

Namun dalam penggunaan sehari-hari, kata ini tidak pernah digunakan selama sekitar satu abad, dan baru tahun 1933, ketika Hendrik Colijn –yang juga pernah bertugas sebagai perwira di Oost-Indische Leger- menjadi Perdana Menteri, secara resmi tentara di India-Belanda dinamakan Koninklijk Nederlands-Indisch Leger, disingkat KNIL. Baca lebih lanjut

Iklan

Kisah “Usang” Legiun Mangkunegaran

Perwira Legiun Mangkunegara Soerakarta 1867 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Legiun Mangkunegaran sebuah korps militer yang dibentuk pada tahun 1808 memiliki sejarah panjang dan menjadi kebanggaan praja Mangkunegaran. Reruntuhan bangunan kavaleri-artileri markas Legiun Mangkunegaran yang berada di sebelah timur pura Mangkunegaran menjadi saksi bahwa korps militer ini sangat disegani pada masanya. Legiun Mangkunegaran merupakan korps militer modern yang dibangun dengan konsep militer barat dipadukan dengan nilai-nilai kepemimpinan Jawa, menjadikan Legiun Mangkunegaran dapat dianggap sebagai kekuatan militer yang elit pada jamannya. Dibangun ditengah konflik politik lokal kerajaan Jawa dan semakin kuatnya kekuatan politik pemerintah kolonial Belanda membawa Legiun Mangkunegaran sebagai kekuatan militer yang selalu dimanfaatkan untuk menghadapi konflik-konflik secara militer. Baca lebih lanjut