RENTEN

 

Kediaman Gubernur Jendral Batavia (Foto Koleksi: Kraton Kasunanan Surakarta)

Kediaman Gubernur Jendral Batavia (Foto Koleksi: Kraton Kasunanan Surakarta)

Api baru-baru ini telah mengabarkan tentang pidatonya Baldwin, yang kata bahwa apabila pemerintah-pemerintah yang sekarang memegang kekuasaan negeri itu hendak berlaku hemat, maka pemerintah-pemerintah tadi haruslah meninggikan pajak-pajak.

Pidato dari Baldwin tadi terutama ditujukan pada pemerintahan Inggris, tetapi itu juga sebagai peringatan kepada pemerintah lain-lain negeri, yang menurut verslag-verslag begrooting  ternyata begitu royal dan begitu dalam terendam dalam lautan pinjaman. Baca lebih lanjut

Iklan

Budaya Mandi Dari Umum Menuju Private

Wanita sedang mandi di Jogjakarta 1890 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Wanita sedang mandi di Jogjakarta 1890 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Beberapa bulan ini matahari bersinar cukup terik membuat udara terasa panas menyengat, tidak seperti biasanya. Kata beberapa ahli ini dampak dari pemanasan global yang mempengaruhi lingkungan, sehingga cuaca menjadi ekstrem. Tetapi toh panas merupakan anugrah dari kehidupan kepulauan tropis yang tidak semua orang bisa menikmatinya. Sepanas apapun matahari tentunya dapat disegarkan dengan kebiasaan mandi yang telah menjadi budaya masyarakat kita sejak dahulu untuk menghilangkan cuaca panas di atas kepala. Kita dapat mandi di kolam renang, kamar mandi, sungai atau pemandian-pemandian umum tradisional lainnya yang biasanya adalah sumber-sumber mata air alami. Baca lebih lanjut

Jembatan Bambu Eksotis Pada Masa Kolonial

Jembatan Tjipait Sungai Tjitarum Priangan Tahun 1900 (Koleksi Sanapustaka Kraton Kasunanan Surakarta)

Dalam kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia, bambu memegang peranan sangat penting. Bahan bambu dikenal oleh masyarakat memiliki sifat-sifat yang baik untuk dimanfaatkan, antara lain batangnya kuat, ulet, lurus, rata, keras, mudah dibelah, mudah dibentuk dan mudah dikerjakan serta ringan sehingga mudah diangkut. Selain itu bambu juga relatif murah dibandingkan dengan bahan bangunan lain karena banyak ditemukan di sekitar pemukiman pedesaan. Bambu menjadi tanaman serbaguna bagi masyarakat pedesaan.

Bambu dalam bentuk bulat dipakai untuk berbagai macam konstruksi seperti rumah, gudang, jembatan, tangga, pipa saluran air, tempat air, serta alat-alat rumah tangga. Dalam bentuk belahan dapat dibuat bilik, dinding atau lantai, reng, pagar, kerajinan dan sebagainya. Beberapa jenis bambu akhir-akhir ini mulai banyak digunakan sebagai bahan penghara industri supit, alat ibadah, serta barang kerajinan, peralatan dapur, topi, tas, kap lampu, alat musik, tirai dan lain-lain.

Pada masa kolonial Belanda konstruksi bangunan banyak menggunakan bambu sebagai bahan dasar selain kayu. Jembatan Tjipait yang digunakan untuk menyebrangi sungai Tjitarum dibangun menggunakan bambu yang cukup kuat. Jembatan ini dibangun sekitar tahun 1890-an dengan konstruksi yang begitu menakjubkan. Jembatan ini juga dilengkapi dengan atap sirap sebagai penahan dari tetsan air hujan, kemungkinan selain dapat digunakan sebagai tempat berteduh bagi para penyebrang jembatan, atap sirap ini juga sebagai pelindung jembatan agar konstruksi bambu tidak cepat lapuk oleh air hujan.

Jembatan lain yang cukup eksotis adalah jembatan yang dibangun di atas kali Serayu, Wonosobo. Jembatan yang dibangun sekitar tahun 1900-an ini memiliki konstruksi dari bambu dengan desain jembatan gantung. Jembatan ini merupakan perpaduan penggunaan bambu dan rotan sebagai bahan bangunannya.

Jembatan Bambu di Wonosobo 1906 (Koleksi Sanapustaka Kraton Kasunanan Surakarta)

Jembatan Kraksan di Pasuruan Jawa Timur bisa dikatakan merupakan paduan antara bambu dan rotan. Jembatan ini dibangun sekitar tahun 1900-an melengkung melewati sebuah sungai, konstruksinya hampir sama dengan jembatan di Wonosobo yaitu jembatan gantung.

Jembatan bambu dan rotan Kraksaän, residensi Pasoeroean 1910 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Jembatan bambu di Indonesia pada masa kolonial Belanda tersebut merupakan sebuah hasil karya fenomenal masyarakat, dengan bahan baku lokal yang begitu banyak terdapat di wilayah Indonesia ini. Hal ini menggambarkan kepada kita bahwa kearifan lokal mampu membuat sebuah karya yang indah, unik dan berguna bagi masyarakat.

——————————-00000——————————

Sejarah Masyarakat Dan Judi

 

“Judi (judi), menjanjikan kemenangan
Judi (judi), menjanjikan kekayaan
Bohong (bohong), kalaupun kau menang
Itu awal dari kekalahan
Bohong (bohong), kalaupun kau kaya
Itu awal dari kemiskinan” (“Judi” karya Rhoma Irama)

Perjudian sebuah permainan yang mengasyikan dan banyak disukai oleh masyarakat diberbagai belahan dunia karena memberikan keuntungan.  Sejarah judi ada dan sama panjangnya dengan sejarah peradaban manusia itu sendiri. Para penjudi primitif adalah para dukun yang membuat ramalan ke masa depan dengan menggunakan batu, tongkat atau tulang hewan yang dilempar ke udara dan jatuh ditanah. Biasanya yang diramal pada masa itu adalah nasib seseorang pada masa mendatang. Baca lebih lanjut