Supir Pada Masa Kolonial Belanda

Taxi di Jawa Tahun 1930-an (Koleksi Tropen MuseumTMnr_10013851)

Taxi di Jawa Tahun 1930-an (Koleksi Tropen MuseumTMnr_10013851)

Semenjak jalan-jalan di Hindia Belanda mulai dibangun sebagai sarana mobilitas eksploitasi kolonial maka semenjak itu pula persentuhan peradaban modern mulai merambah ke dalam wilayah-wilayah di kepulauan Hindia. Jawa, dapat dikatakan menjadi tempat pertama dari persentuhan dan gesekan laju modernitas ini. Mulai dari pendidikan hingga teknologi modern menghinggapi kehidupan masyarakat Hindia Belanda saat itu sehingga tak heran pemerintah kolonial Hindia Belanda mengimbanginya dengan membangun sarana dan prasarana modernitas ini. Baca lebih lanjut

Iklan

Pedati (Ossenkar) Riwayatmu Telah Berakhir

Pedati di Jawa Timur Tahun 1880 (www.kitlv.nl)

Mungkin kita akan menghirup udara yang lebih bersih seandainya kendaraan bermotor tidak terus bertambah dari tahun ke tahun. Ya, semenjak teknologi mesin ditemukan dan mobil sebagai alat pengangkutan barang dan manusia diciptakan masyarakat mulai mencoba alat baru tersebut sebagai alat angkutan baru maupun sebagai simbol status sosial. Imbasnya yang sangat mencolok adalah berbagai kendaraan tradisional semakin terpinggirkan dan lama-lama menghilang. Selain itu juga menghilangkan berbagai jenis pekerjaan yang berkaitan dengan kendaraan tradisional tersebut. Salah satu yang sangat sulit ditemukan adalah pedati yang ditarik baik oleh sapi, kerbau maupun kuda. Baca lebih lanjut

Mobil Masa Kolonial Belanda, Sebuah Pameran Kekuasaan

Masyarakat Takjub Melihat Mobil di Solo 1922 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Jaman modernisasi di Hindia Belanda mulai berlangsung pada akhir abad ke-19 dengan semakin meningkatnya laju pertumbuhan penduduk, perkembangan sekolah-sekolah modern Barat, liberalisasi perekonomian yang meningkatkan arus migrasi penduduk asing dan arus investasi modal asing, pesatnya industrialisasi, pesatnya pembangunan infrastruktur dan sistem komunikasi modern, pembaharuan sistem administrasi dan birokrasi pemerintah Kolonial Belanda, modernisasi kehidupan masyarakat perkotaan, serta terjadinya differensiasi dan spesialisasi lapangan pekerjaan.

Mobil sebagai bentuk modernisasi masyarakat Hindia Belanda mulai masuk pada pada akhir abad ke-19. Mobil merek Benz menjadi mobil pertama yang dimiliki oleh pihak Kerajaan Kasunanan Surakarta, dan mobil tersebut adalah mobil pesanan pribadi Pakubuwono X pada tahun 1894. Tahun 1907 salah seorang keluarga raja lain di Solo, Kanjeng Raden Sosrodiningrat membeli sebuah mobil merk Daimler. Mobil merk ini memang tergolong mobil mahal dan hanya dimiliki oleh orang-orang berkedudukan tinggi. Mobil ini bekerja dengan empat silinder sama dengan kendaraan yang dipakai oleh Gubernur Jenderal di Batavia. Pembelian mobil Daimler tersebut oleh keluarga Sunan Solo, disebabkan karena Sunan tidak mau kalah gengsi dengan Gubernur Jenderal. Sebelumnya, ketika Gubernur masih menggunakan mobil merk Fiat atau sebuah kereta yang ditarik dengan 40 ekor kuda, tidak seorang pun berani menyainginya. Tetapi tiba-tiba saja Sunan Solo memesan mobil dari pabrik dan merk yang sama, Kanjeng Raden Sosrodiningrat memesan mobil Daimlernya lewat Prottel & Co.
Baca lebih lanjut