Pembawa Payung Pada Masa Lampau di Jawa

Pembawa payung bangsawan di Jawa 1845 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Pembawa payung bangsawan di Jawa 1845 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Payung memiliki bentuk, corak dan ragam yang beraneka warna. Menunjukkan fungsinya sebagai penahan panas matahari dan air hujan pada masa kini. Tetapi tidak semua orang senang menggunakan alat ini pada saat matahari terik ataupun saat hujan. Mungkin saat hujan banyak orang yang sedia payung, tetapi bagi yang malas biasanya menggunakan jasa ojek payung untuk melindungi tubuh dari guyuran air hujan. Baca lebih lanjut

Iklan

Budaya Mandi Dari Umum Menuju Private

Wanita sedang mandi di Jogjakarta 1890 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Wanita sedang mandi di Jogjakarta 1890 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Beberapa bulan ini matahari bersinar cukup terik membuat udara terasa panas menyengat, tidak seperti biasanya. Kata beberapa ahli ini dampak dari pemanasan global yang mempengaruhi lingkungan, sehingga cuaca menjadi ekstrem. Tetapi toh panas merupakan anugrah dari kehidupan kepulauan tropis yang tidak semua orang bisa menikmatinya. Sepanas apapun matahari tentunya dapat disegarkan dengan kebiasaan mandi yang telah menjadi budaya masyarakat kita sejak dahulu untuk menghilangkan cuaca panas di atas kepala. Kita dapat mandi di kolam renang, kamar mandi, sungai atau pemandian-pemandian umum tradisional lainnya yang biasanya adalah sumber-sumber mata air alami. Baca lebih lanjut

Tentara KNIL di Hindia Belanda Dalam Goresan Kanvas

Perwira Infanteri dari KNIL dalam pakaian baru, Februari 1896 di Hindia Belanda (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Ketika berlangsung Perang Diponegoro, pada tahun 18261827 pemerintah Hindia Belanda membentuk satu pasukan khusus. Setelah Perang Diponegoro usai, pada 4 Desember 1830 Gubernur Jenderal van den Bosch mengeluarkan keputusan yang dinamakan “Algemeene Orders voor het Nederlandsch-Oost-Indische leger” di mana ditetapkan pembentukan suatu organisasi ketentaraan yang baru untuk Hindia-Belanda, yaitu Oost-Indische Leger (Tentara India Timur) dan pada tahun 1836, atas saran dari Raja Willem I, tentara ini mendapat predikat “Koninklijk“.

Namun dalam penggunaan sehari-hari, kata ini tidak pernah digunakan selama sekitar satu abad, dan baru tahun 1933, ketika Hendrik Colijn –yang juga pernah bertugas sebagai perwira di Oost-Indische Leger- menjadi Perdana Menteri, secara resmi tentara di India-Belanda dinamakan Koninklijk Nederlands-Indisch Leger, disingkat KNIL. Baca lebih lanjut