Toilet Pada Masa Lampau

Wc di atas kolam di Jawa 1925 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Wc di atas kolam di Jawa 1925 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Masalah kesehatan memang berkaitan dengan kebersihan, maka banyak slogan-slogan yang mengkaitkan kebersihan dengan kesehatan. Mulai kesehatan pribadi hingga lingkungan, semua telah diatur dengan cermat agar individu menjadi sehat dan masyarakat menjadi kuat.

Wc di Pinggir kali di Nederlands-Indië 1925 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Wc di Pinggir kali di Nederlands-Indië 1925 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Berbicara masalah kebersihan dan kesehatan juga tidak dapat dilepaskan dengan berbagai budaya masyarakat yang melingkupinya. Masyarakat Eropa yang datang ke Indonesia pada masa kolonial jelas menganggap masyarakat kita sebagai masyarakat yang kotor baik secara pribadi maupun lingkungan. Maka budaya sanitasi Eropa mulai diterapkan kepada masyarakat Indonesia, salah satunya adalah buang air terutama buang air besar. Baca lebih lanjut

Iklan

ETNIK TIONGHOA DI SURAKARTA

Etnik Tionghoa di Surakarta

Tulisan ini mungkin bukan sebuah tulisan tentang masyarakat Tionghoa di Surakarta yang komprehensif tetapi sekedar catatan kecil pengetahuan dari keberagaman masyarakat yang tinggal di Surakarta. Dan banyak serpihan-serpihan sejarah masyarakat Tionghoa di Surakarta dalam tulisan ini yang masih tercecer diluar belum terangkum menjadi satu. Tetapi itu menjadi bagian dari kita untuk terus mencoba melengkapi hingga menjadi rangkaian mozaik yang utuh dari keunikan masyarakat yang tinggal di Surakarta sehingga dapat menjadi pemahaman kita akan kehidupan yang beragam. Baca lebih lanjut

Bondowoso Exhibitions 1898

Gapura Pameran Budaya dan Ekonomi Bondowoso 1898 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Perkembangan kota tidak adapat dilepaskan dari berbagai aktivitas masyarakat tersebut di dalam mengelola berbagai keunggulan kota tersebut. Pada masa sekarang keunggulan kota di perkenalkan dan “dijual” melalui berbagai cara. Baik secara penanaman modal baik dalam negeri maupun asing ataupun dengan memperkenalkannya melalui berbagai event-event baik event-event pameran kebudayaan, maupun event-event ekonomi. Event-event kebudayaan ini bahkan telah ada sejak lama dan masih terus berlangsung dan terpelihara hingga kini seperti Sekaten di wilayah Solo dan Jogjakarta maupun Jakarta Fair di Jakarta yang lebih modern. Event-event tersebut merupakan perpaduan antara event budaya dan ekonomi yang hendak diperkenalkan dan dijual kepada masyarakat. Tentunya event-event ini menarik animo besar masyarakat untuk datang dan menjadi bagian dari event tersebut atau sekedar menyaksikan kemeriahan suasana. Baca lebih lanjut

Slametan Tanda Mata Bagi Tuhan Yang Maha Esa

Kegiatan Slametan keluarga di Surabaya 1900 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Ucapan rasa syukur dapat dilakukan melalui banyak cara, baik secara personal maupun dilakukan secara bersama-sama. Kebudayaan kita telah mengajarkan begitu banyak kegiatan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dilakukan sejak masa dahulu. Dari mempersembahkan berbagai hasil ternak dan hasil bumi hingga melakukan berbagai ritual pribadi yang berhubungan dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Raja-raja masa dahulu sering melakukan persembahan berupa hewan sapi, kerbau dalam jumlah yang cukup besar sebagai persembahan baik kepada leluhur maupun Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan petani dan nelayan melakukan ritual persembahan dengan beraneka ragam hasil bumi sebagai rasa syukur atas hasil panen mereka kepada Leluhur dan Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga dapat dikatakan bahwa ucapan rasa syukur dengan berbagai acara ritualnya bukan monopoli golongan elit saja tetapi juga dilakukan oleh rakyat secara umum. Baca lebih lanjut

Petanan (Mencari Kutu) Kebiasaan Yang Hilang

Laki-Laki Sedang Tjari koetoe 1867 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Kemajuan jaman rupanya telah menggerus berbagai kebiasaan masyarakat yang telah lama ada bahkan telah menjadi sebuah tradisi. Kebiasaan sepele tetapi bila kita cermati merupakan bentuk dari upaya masyarakat untuk mengatasi sebuah persoalan hidup. Salah satunya adalah kebiasaan mengenai kebersihan kepala. Bila jaman sekarang orang telah mengenal sampo dan sabun sebagai pembersih rambut dan badan, maka dulu sebelum kedua barang ini ada, masyarakat menggunakan “merang” yang dibakar dan direndam di dalam air setelah itu disaring, selanjutnya airnya digunakan untuk sampo. Kata sampo sendiri berasal dari bahasa Hindi champo, bentuk imperatif dari champna, “memijat”. Baca lebih lanjut