Toilet Pada Masa Lampau

Wc di atas kolam di Jawa 1925 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Wc di atas kolam di Jawa 1925 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Masalah kesehatan memang berkaitan dengan kebersihan, maka banyak slogan-slogan yang mengkaitkan kebersihan dengan kesehatan. Mulai kesehatan pribadi hingga lingkungan, semua telah diatur dengan cermat agar individu menjadi sehat dan masyarakat menjadi kuat.

Wc di Pinggir kali di Nederlands-Indië 1925 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Wc di Pinggir kali di Nederlands-Indië 1925 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Berbicara masalah kebersihan dan kesehatan juga tidak dapat dilepaskan dengan berbagai budaya masyarakat yang melingkupinya. Masyarakat Eropa yang datang ke Indonesia pada masa kolonial jelas menganggap masyarakat kita sebagai masyarakat yang kotor baik secara pribadi maupun lingkungan. Maka budaya sanitasi Eropa mulai diterapkan kepada masyarakat Indonesia, salah satunya adalah buang air terutama buang air besar. Baca lebih lanjut

Iklan

Mandi dan Mencuci Di Sungai Semakin Menghilang

Seseorang sedang mandi di sungai di Jawa Barat 1920 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Air yang melimpah di Nusantara adalah sumber kehidupan kita. Menurut sejarawan Anthony Reid, melimpahnya air merupakan salah satu ciri negeri tropis, khususnya Asia Tenggara tak terkecuali Indonesia. Semasa kuliah, saya suka diajak berburu ke pelosok-pelosok desa di wilayah Gunung Kidul oleh teman saya menggunakan mobil VW Safarinya. Ketika melewati “kedung” disebuah desa, saya melihat masyarakat melakukan aktifitas mandi dan mencuci pakaian di kedung tersebut, di lain waktu saya juga masih bisa melihat orang-orang di desa saya bahkan saya sendiri di Jogja melakukan aktifitas mandi, mencuci dan serta buang air besar di sungai yang mengalir di desa saya. Hal ini bisa dilakukan karena air yang mengalir masih bersih belum tercemar oleh limbah-limbah industri seperti sungai-sungai besar yang ada di kota-kota besar. Baca lebih lanjut

Banjir di Kota Solo Tahun 1915

Koleksi Sanapustaka Kraton Kasunanan Surakarta

Sejarah mencatat bahwa peradaban manusia banyak dibangun di daerah pinggiran sungai. Sungai memberikan kemudahan bagi pemenuhan kebutuhan manusia, tanah yang subur di bantaran sungai besar adalah tempat bercocok tanam yang baik bagi penduduk dan sungai juga dapat dijadikan sebagai jalur perdagangan. Hal itu dibenarkan dengan adanya teori, peradaban manusia lahir dan dimulai dari sungai. Mesir dengan Sungai Nil, India lahir dari Sungai Gangga dan Cina bersama Sungai Kuning. Sedangkan kerajaan-kerajaan Nusantara banyak berdiri di tepi Sungai, seperti Majapahit di tepi sungai Brantas. Baca lebih lanjut