Ronda Kampung

Pos Ronda di Jawa tahun 1853 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Pos Ronda di Jawa tahun 1853 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Malam semakin merayap, sementara kelelahan menghinggapi tubuh-tubuh yang seharian beraktifitas. Di dalam kelelahan terbentik niat untuk merebahkan diri melepaskan penat, tetapi tugas dan kewajiban dalam kehidupan sosial juga harus dipenuhi. Menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama atau biasa disebut juga “Ronda Kampung” menjadi kewajiban kita dalam menjaga keamanan lingkungan.

Sebenarnya ronda kampung dalam gambaran saya dan penafsiran saya adalah sebuah kegiatan ala militer dalam mengamankan base camp mereka. Dalam beberapa games strategi yang saya mainkan selalu ada opsi untuk membuat “Watch House” atau Pos Ronda. Tempat ini biasanya sebagai tempat berkumpul petugas ronda untuk mengintai para penyusup ataupun serangan musuh yang dilakukan secara diam-diam. Pos ronda juga memberikan pandangan yang luas atas wilayah yang dikuasai sehingga memberikan peringatan dini akan datangnya suatu bahaya. Baca lebih lanjut

Iklan

ETNIK TIONGHOA DI SURAKARTA

Etnik Tionghoa di Surakarta

Tulisan ini mungkin bukan sebuah tulisan tentang masyarakat Tionghoa di Surakarta yang komprehensif tetapi sekedar catatan kecil pengetahuan dari keberagaman masyarakat yang tinggal di Surakarta. Dan banyak serpihan-serpihan sejarah masyarakat Tionghoa di Surakarta dalam tulisan ini yang masih tercecer diluar belum terangkum menjadi satu. Tetapi itu menjadi bagian dari kita untuk terus mencoba melengkapi hingga menjadi rangkaian mozaik yang utuh dari keunikan masyarakat yang tinggal di Surakarta sehingga dapat menjadi pemahaman kita akan kehidupan yang beragam. Baca lebih lanjut

Pengemis Masa Kolonial Belanda

Pengemis di Banten Jawa Barat 1933 (Koleksi: Tropenmuseum TMnr_10005192)

Hampir setiap pagi tempatku bekerja selalu kedatangan para pengemis, sehingga aku harus menyediakan uang receh untuk diberikan kepada mereka. Mereka terdiri dari ibu-ibu, anak-anak, bahkan laki-laki, terkadang sendiri-sendiri tapi dilain waktu datang berkelompok. Pemandangan ini selalu terjadi setiap hari dan jam-jam yang sama pula. Mungkin pertama-tama kita akan merasa kurang berkenan tetapi lama-lama terbiasa dengan pemandangan ini dan hanya bisa trenyuh. Baca lebih lanjut