Nasehat Untuk Ambtenaren

Oleh: Marco

Sinar Hindia, 21 September 1918.

Sebagai tuan pembaca maklum, di dalam Sinar hari Kemis 19/9/18 ada surat kiriman dari seorang perempuan istri Mantri Polisi: Raden Ajoe Mohamad Soeprapto gebooren Soewardi di Ambarawa, surat mana yang semata-mata membela suaminya. Inilah sudah menunjukkan, bahwa fihak kita perempuan sekarang ini sudah suka turut campur kepada perkara-perkara yang diurus fihak lelaki. Saja tahu, bila R.A. Moh Soeprapto, seorang dari fihak perempuan, yang mengerti jalannya dunia kemajuan, yaitu memihak kepada bangsa kita ini waktu baru di injak-injak dan diperas oleh bangsa-bangsa yang buas. Tetapi . . . Ya, pembaca, ada tetapinya, apakah R.A. Moh Soeprapto itu sekarang bergerak di lapang jurnalistik cuma hanya memihak suaminya atau akan membela kegunaan umum? Inilah masih menjadi pertanyaan.

Sebagai jurnalis saya mesti memihak orang yang terisap dan tertindas, inilah sudah barang tentu: tetapi sebagai Kaum Muda saya mesti memihak kepada fihak perempuan, sebab pada saat ini perempuan masih banyak  yang dapat tindasan dari fihak lelaki, pada hal kemajuan kita perlu dapat bantuannya.

Perkara saudara Moh Soeprapto, Mantri Polisi di Ambarawa diusik oleh saudara Kromo Leo di dalam Jawa Tengah, itulah suatu yang LUMRAH buat jaman sekarang, maar seorang istrinya orang yang terusik berani melawan kebenaran lakinya, itulah suatu perkara yang jarang sekali terdapat. Dari lebih itu perkara yang akan merebut kebenaran guna umum itu bukan saudara Soeprapto sendiri, tetapi istrinya, maka kita harus mengambil lain haluan mana yang tidak sampai membikin luka hati fihak perempuan. Sudah barang tentu saja perkara-perkara
semacam ini kita kaum jurnalis mesti tidak suka bekerja membuta tuli, tetapi harus kita selidiki dengan betul-betul. Siapa yang salah kita salahkan dan siapa yang benar kita benarkan. Jadi kita selalu berdiri ada di neraca kebenaran STAATSBLAD  kalah dengan SOBAT kata orang kebanyakan. Tetapi buat kaum jurnalis, itu STAATSBLAD ada di atasnya SOBAT, mengertinya: meskipun sobat kalau membikin khianat kepada keperluan umum mestinya jadi musuh kaum jurnalis.

Lantaran hal-hal itu kita kaum jurnalis minta dengan sangat saudara kita fihak perempuan yang lakinya menjabat pekerjaan ambtenaar B.B. atau lainnya, supaya mereka itu menyelidiki betul-betul tentang kelakuan suaminya, yang berhubung dengan rakyat. Sebab kalau tidak begitu tentu kita tidak bisa turut membela keperluan fihak perempuan. Tetapi kalau kita kaum jurnalis tahu, bahwa fihak perempuan itu berduduk ada di neraca kebenaran dan mengingati kemanusiaannya, sudah barang tentu kita akan memihak kepadanya, walaupun simpati bagaimana juga. Sebab kaum jurnalis pun mengerti, bila orang perempuan itu manusia seperti orang laki.

Barangkali tidak ada busuknya bila dia kaum jurnalis mesti memberi ingat kepada saudara kita yang jadi ambtenaar Gupermen, supaya mereka itu kalau melakukan pekerjaannya mesti memakai KEMANUSIAAN. Yang saya kata kemanusiaan itu:  yang mengerti kesusahan kita orang bumiputra, manusia mana yang sekarang baru jadi injakinjakan dan diperas.

Ingat! Bahwa Gupermen itu suatu vereeniging, kemampuannya orang-orang dagang, yaitu orang yang mencari untung! Keuntungan mana yang didapat dari kita Bumiputra. Dari sebab kita anak Hindia ini digunakannya mencari keuntungan, maka kita tinggal kurus kering, sebab darah kita di KOKOP dan daging kita dimakan oleh orang-orang yang buas!

Ingat! Kalau kita kurus kering, tentu anak dan cucu kita tidak bisa gemuk!

Apakah sebabnya begitu?

Tidak lain, yaitu dari kejahatan KAPITALISME!

O! Sungguh jahat kapitalisme itu, sebab bisa membikin

buta orang yang terang matanya, bisa membikin tuli telinga yang baik, bisa membikin bingung orang yang pinter, bisa membikin baik orang-orang yang jahat! enz. enz.

Sekarang ini dunia dan manusia sudah rusak! Kalau manusia tidak suka minum darah manusia dan makan daging manusia, dikatakan JAHAT!!

Basta!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s