Petanan (Mencari Kutu) Kebiasaan Yang Hilang

Laki-Laki Sedang Tjari koetoe 1867 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Kemajuan jaman rupanya telah menggerus berbagai kebiasaan masyarakat yang telah lama ada bahkan telah menjadi sebuah tradisi. Kebiasaan sepele tetapi bila kita cermati merupakan bentuk dari upaya masyarakat untuk mengatasi sebuah persoalan hidup. Salah satunya adalah kebiasaan mengenai kebersihan kepala. Bila jaman sekarang orang telah mengenal sampo dan sabun sebagai pembersih rambut dan badan, maka dulu sebelum kedua barang ini ada, masyarakat menggunakan “merang” yang dibakar dan direndam di dalam air setelah itu disaring, selanjutnya airnya digunakan untuk sampo. Kata sampo sendiri berasal dari bahasa Hindi champo, bentuk imperatif dari champna, “memijat”.

Dua orang Wanita sedang mencari kutu di Jogja 1910 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Tetapi hal itu belum cukup, karena sering kali rambut menjadi sarang kutu yang membuat gatal kepala. Untuk mengatasi hal tersebut, masyarakat dipedesaan di Jawa khususnya dan kepulauan nusantara memiliki kebiasaan mencari kutu atau yang disebut Petanan. Petanan ini sering dilakukan diwaktu senggang ketika sedang beristirahat dan biasanya dilakukan oleh kaum wanita. Beberapa foto masa kolonial Belanda banyak memotret aktifitas ini, tetapi yang sering dilakukan bahwa petanan bukan sekedar mencari kutu tetapi juga merupakan interaksi sosial antara ibu dan anak, seseorang dengan tetangganya maupun kerabat lainnya. Interaksi sosial antar tetangga melalui kegiatan petanan biasanya juga dibumbui oleh gosip-gosip yang masa itu menjadi kontrol sosial dalam masyarakat.

Masa sekarang petanan sudah jarang dilakukan oleh masyarakat seiring muncul dan berkembangnya salon kecantikan dan spa untuk kebersihan dan kecantikan.

——————————————————————–000000000000000000000000———————————————————-

 

 

Iklan

One comment on “Petanan (Mencari Kutu) Kebiasaan Yang Hilang

  1. Ping-balik: Catatan Tentang Sebuah Blog Sejarah « Lapak Aksara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s