Belajar Sejarah dari Games

Assasin Creed dan Bangunan Colloseum

Siapa yang tidak suka bermain games, terutama games di computer, dari anak-anak hingga orang dewasa sangat menyukai aktivitas ini. Baik games yang bersifat offline hingga online semua menikmati bahkan bisa menghabiskan waktu seharian di depan computer hanya untuk menikmati berbagai kesenangan dalam bermacam-macam genre games. Dalam games yang kita mainkan, kita akan dibawa ke dalam dunia virtual baik masa lampau, masa kini bahkan hingga visualisasi masa yang akan datang.

Dalam sekian banyak genre games yang berkembang tentunya selain secara grafis menonjolkan kerealistikan juga alur cerita dan gameplay yang mudah menjadikan sebuah games banyak disukai oleh para gamers. Tetapi bila kita telaah lebih dalam bahwa games dibuat bukan semata-mata sebagai permainan belaka tetapi juga berisi pengetahuan yang cukup besar, karena games dibuat melalui berbagai penelitian baik penelitian teknologi dan bahkan penelitian sejarah. Hal tersebut dapat kita lihat dari detail-detail grafis sebuah games, sebagai contoh bagaimana games Assasin Creed yang merupakan games Fiction Historical Action memberikan detail kota-kota timur tengah pada masa perang salib dan juga kota Firenze, Italy pada abad 15-16 dengan sangat menakjubkan ditambah lagi dengan detail busana, senjata yang digunakan tokoh dan figuran dalam game tersebut, aktivitas masyarakat dan tentunya menggambarkan perkembangan kebudayaan pada masa itu. Games yang diproduksi oleh Ubisoft Montreal ini mendapatkan penghargaan untuk Fiction Historical Action-adventure open world stealth video games series.

Detail Kota Dalam Games Assasin Creed

Banyak produsen games membuat games berdasarkan sebuah peristiwa sejarah. Mereka membuat games yang berdasarkan sejarah dalam berbagai genre yaitu real times strategy games, action games dan juga role playing games yang marak sebagai games online. Satu games strategi yang sangat menarik adalah Total War: Shogun 2 yang berlatar belakang Jepang feodal pada abad ke-16, pada masa setelah Perang Onin. Negara ini terpecah menjadi klan-klan yang bersaing dipimpin oleh panglima perang lokal, masing-masing berjuang untuk sebuah kontrol dan menguasai Jepang secara keseluruhan. Pemain mengambil manajemen dari salah satu klan, dengan tujuan mendominasi fraksi lain dan mengklaim kekuasaannya atas Jepang. Game ini dirancang pada prinsip-prinsip Sun Tzu, The Art of War. Dalam games ini karakter-karakternya merupakan tokoh-tokoh sejarah Jepang yang dapat dilihat informasinya dalam menu Encyclopedia yang disediakan dalam games tersebut. Semua tergambar jelas, membuat games ini seperti film sejarah dengan tampilan grafis yang menakjubkan. Kita dapat menjalankan sebuah klan dan membangun klan tersebut menjadi kuat dalam ekonomi, militer dan juga kita dapat menjalankan berbadai unit pasukan serta berdiplomasi dalam berbagai bidang.

Menu Encyclopedia dalam Games Total War: Shogun 2

Beberapa games yang mengangkat tema sejarah bahkan dibuat dua versi yang berbeda yaitu Romance Of The Three Kingdoms untuk versi strategi games dan Dynasty Warrior untuk versi action gamesnya. Dan untuk versi onlinenya juga dibuat dengan genre role playing games dengan judul Three Kingdoms Online Games. Games ini diangkat dari sejarah China yang terkenal yaitu sejarah tiga kerajaan (Sam Kok). Yang menarik dari games ini adalah kita dapat melihat perkembangan kebudayaan China pada masa lampau dengan berbagai teknologinya dalam games strateginya. Dalam games action Dynasty Warrior kita dapat memainkan tokoh-tokoh sejarah dalam berbagai pertempuran yang terkenal seperti Perang Chibi (Red Cliff), Perag Guang Du, maupun membasmi pemberontakan kain kuning.

Bila kita cermati games tidak hanya memberi kita kesenangan (pleasure) tetapi juga memberi pengetahuan masa lampau yang sangat berguna dan tentunya menjadikan sejarah lebih menarik untuk dipelajari oleh generasi muda. Mereka akan mengerti jalannya cerita, tokoh dan tentunya kebudayaan yang berkembang pada masa lampau melalui games ini. Bagi mereka sejarah lebih menarik dalam bentuk seperti ini, tinggal para pendidikan untuk mengarahkan mereka dengan bacaan-bacaan yang mendukung. Sayangnya bahwa games-games yang dibuat tersebut mengenai sejarah-sejarah Eropa, Mesir, Jepang, China, Amerika, Karibia dan belum menyentuh kebudayaan Indonesia.

Bila sejarah Indonesia dibuat dalam sebuah games, bukankah lebih menarik untuk dipelajari??

——————0000000———————-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s