Pedagang Ayam Keliling Masa Kolonial

Pedagang ayam keliling di Jawa 1867 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Pedagang ayam keliling di Jawa 1867 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Mengulas aktifitas masyarakat tempo dulu selalu menarik walaupun dengan sedikit keterbatasan dalam hal data sejarah. Tetapi memang seharusnya bahwa setiap individu, kelompok masyarakat memiliki sejarah sendiri dan layak untuk ditulis walaupun tidak mendetail. Atau dapatlah kita sebut sebagai serpihan, puzzle, potongan yang akan melengkapi bagaimana masa lalu bergerak dan digerakkan. Sejarah memang tidak seharusnya dikuasai oleh tokoh-tokoh besar tanpa memberi ruang bagi masyarakat kecil untuk ditulis. Mungkin mereka tidak terlalu berarti bagi perubahan besar sejarah manusia tetapi setidaknya mereka berarti bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya. Maka tidak heran bahwa keberadaan masyarakat yang beraktifitas secara individu sering terlewatkan. Padahal aktifitas tersebut hingga saat ini masih bisa kita lihat.

Bila kita amati lagi bahwa aktifitas masyarakat terutama dalam bidang ekonomi memiliki profesi yang begitu luas terutama dalam hal perdagangan. Mereka memiliki spesifikasi yang berbeda dengan produk yang berbeda. Pedagang ayam keliling merupakan salah satunya. Mereka tidak semata-mata beraktifitas sebagai pedagang saja tetapi terkadang aktifitas mereka juga mencakup aktifitas peternakan. Peternakan ayam yang mereka kelola biasanya berada di belakang rumah dengan kandang dari bambu dan dalam skala yang kecil. Usaha peternakan ayam merupakan upaya dari penambahan penghasilan keluarga.

Pedagang ayam keliling di Jawa 1870 (Koleksi: www.kitlv.nl)

Pedagang ayam keliling di Jawa 1870 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Beberapa ayam yang telah cukup umur mereka jual dengan berkeliling desa ataupun dibawa ke pasar dengan pikulan. Mereka menawarkan ayam tersebut kepada keluarga-keluarga yang mampu yang biasanya kaum bangsawan, saudagar ataupun masyarakat Eropa. Selain dari rumah ke rumah beberapa desa juga terkadang memiliki pasar khusus hewan yang dibuka pada hari-hari tertentu. Para pedagang ayam berkumpul dipasar ini untuk memperjualkan hasil ternak mereka. Perhatikan foto koleksi kitlv di atas yang menampilkan pedagang ayam dengan pikulan dan kurungan yang terbuat dari bambu sedang menawarkan dagangannya kepada nyonya Eropa disebelah kanannya. Foto yang satu menampilkan seorang laki-laki tua dengan pikulan yang berisi ayam, lewat didepan sebuah rumah yang cukup besar, kemungkinan rumah Eropa ataupun bangsawan dan tentunya untuk menawarkan hasil ternaknya.

Di daerah pedesaan aktifitas pedagang ayam keliling ini masih sering terlihat dan biasanya sudah tidak memakai pikulan untuk membawa ayam-ayam tersebut tetapi dengan kendaraan sepeda motor berbronjong. Pasar hewan juga masih bertahan hingga sekarang begitu juga dengan hari pasarannya. Ada perubahan tetapitidak terlalu esensial, tetap mereka disebut pedagang ayam keliling.

———-000————-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s